Pelantikan 132 Kepala Sekolah di Parigi Moutong, Fokus pada Mutasi dan Evaluasi Kinerja
Pada awal tahun 2026, sebanyak 132 kepala sekolah resmi dilantik oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase. Pelantikan ini menjadi momen penting dalam penyegaran organisasi dan peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, 110 orang adalah hasil dari mutasi, sedangkan 22 lainnya mendapat promosi jabatan sebagai kepala sekolah.
Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Jl Kampali, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Acara dihadiri oleh ratusan guru yang mengenakan pakaian hitam-putih. Mereka duduk rapi sambil menunggu momen penting dalam perjalanan pengabdian mereka. Di barisan belakang, keluarga dan kerabat berdiri sambil mengabadikan setiap detik acara tersebut.
Di hadapan undangan, Bupati Erwin Burase didampingi Wakil Bupati Abdul Sahid, Asisten I Aiziz Tombolotutu, Asisten III Yusnaeni, serta Anggota Komisi I DPRD Parigi Moutong, Chandra Setiawan. Hadir juga seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Parigi Moutong.
Prosesi dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati Nomor 800.1.3.1/655/BKPSM tentang mutasi, pemberhentian, dan penugasan kepala sekolah di Parigi Moutong Tahun 2025. Dalam keputusan tersebut, disebutkan bahwa guru yang ditugaskan sebagai kepala sekolah wajib memiliki penilaian kinerja minimal berpredikat baik setiap tahun selama masa penugasan. Jika tidak mencapai predikat baik, maka yang bersangkutan akan diberhentikan dari penugasan sebagai kepala sekolah terhitung 1 Januari tahun berikutnya.
Selama masa penugasan, kepala sekolah juga memperoleh penghasilan dan fasilitas lain sesuai ketentuan. Dari total 132 kepala sekolah yang dilantik, rinciannya terdiri dari 21 kepala sekolah SMP, 102 kepala sekolah SD, 8 kepala sekolah TK, serta 1 kepala sekolah SD/SMP Satu Atap.
Saat pengambilan sumpah jabatan dimulai, ratusan guru diminta berdiri di tengah ruangan. Mereka berbaris lurus, menghadap podium, didampingi rohaniawan dari Islam, Kristen, dan Hindu, mencerminkan keberagaman dalam satu komitmen yang sama.
“Sebelum saya mengambil sumpah, saya akan bertanya kepada saudara-saudari, apakah bersedia mengucapkan sumpah?” tanya Bupati Erwin Burase. “Bersedia…” jawab ratusan kepala sekolah serempak. Suara itu menggema, memenuhi auditorium.
Sumpah jabatan diucapkan sesuai agama masing-masing. Beberapa kepala sekolah tampak menunduk khidmat, yang lain memejamkan mata. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan pembacaan kata-kata pelantikan. “Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah SWT bersama kita,” ujar Bupati Erwin Burase menutup rangkaian pelantikan.
Antara barisan itu, suasana haru tak terhindarkan. Sejumlah guru terlihat menyeka air mata, bahu mereka bergetar saat sumpah jabatan diucapkan. Bagi sebagian, pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan puncak dari perjalanan panjang pengabdian di dunia pendidikan.
Bupati Erwin Burase menyebut, mutasi dan promosi kepala sekolah ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi, peningkatan mutu pendidikan, sekaligus evaluasi kinerja di lingkungan satuan pendidikan. Pelantikan tersebut juga menjadi pelantikan awal tahun sekaligus pelantikan perdana di masa kepemimpinannya, yang diharapkan menjadi titik awal penataan manajemen pendidikan di Parigi Moutong.








