Pertemuan Zelensky dan Trump untuk Perdamaian Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu di Florida pada Minggu (28/12/2025) untuk membahas rencana mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menciptakan perdamaian antara Ukraina dan Rusia.
Pertemuan tersebut akan fokus pada draf proposal perdamaian yang terdiri dari 20 poin, yang disusun oleh Zelensky dan disampaikan kepada Trump. Draf ini awalnya terdiri dari 28 poin, namun sebagian besar posisi kedua pihak telah didekatkan secara signifikan. Meski begitu, masih ada dua isu krusial yang belum sepenuhnya diselesaikan, yaitu pengendalian wilayah dan status pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.
Poin-Poin Utama Draf Proposal Perdamaian
Berikut adalah butir-butir draf proposal yang dipaparkan oleh Zelensky:
- Kedaulatan Ukraina akan ditegaskan sebagai prinsip dasar.
- Perjanjian non-agresi penuh antara Rusia dan Ukraina akan ditetapkan, disertai mekanisme pemantauan berkelanjutan melalui sistem pemantauan nirawak berbasis satelit.
- Jaminan keamanan yang kuat dan menyeluruh akan diberikan kepada Ukraina.
- Angkatan bersenjata Ukraina akan tetap berada pada tingkat saat ini, sekitar 800.000 personel.
- Amerika Serikat, NATO, dan negara-negara Eropa akan memberikan jaminan keamanan sesuai Pasal 5 Piagam NATO.
- Rusia akan memformalkan kebijakan non-agresi terhadap Eropa dan Ukraina dalam seluruh peraturan perundang-undangan.
- Ukraina akan menjadi anggota Uni Eropa pada tanggal yang ditentukan, serta mendapatkan akses preferensial jangka pendek ke pasar Eropa.
- Ukraina akan menerima paket pembangunan global yang kuat, termasuk investasi dan kemakmuran jangka panjang.
- Dana sebesar US$800 miliar akan dibentuk untuk pemulihan ekonomi, rekonstruksi wilayah terdampak, dan penanganan kemanusiaan.
- Ukraina akan mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat.
- Ukraina menegaskan komitmennya sebagai negara non-nuklir sesuai Traktat Non-Proliferasi Nuklir.
Isu Wilayah dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia masih menjadi isu yang belum sepenuhnya disepakati. Usulan AS mengarah pada pengelolaan bersama oleh Ukraina, AS, dan Rusia dengan porsi setara. Sementara Kyiv mengusulkan skema 50-50 antara Ukraina dan AS, dengan pembagian energi secara seimbang.
Sementara itu, isu wilayah menjadi poin paling kompleks. Rusia menuntut penarikan pasukan Ukraina dari wilayah Donetsk timur yang masih dikuasai Kyiv, sementara Ukraina menghendaki penghentian pertempuran di garis depan saat ini. AS mengusulkan zona demiliterisasi dan kawasan ekonomi bebas.
Komitmen Bersama dan Penyelesaian Konflik
Setelah kesepakatan wilayah dicapai, Rusia dan Ukraina berkomitmen tidak mengubah pengaturan tersebut melalui penggunaan kekuatan. Rusia juga tidak akan menghalangi penggunaan Sungai Dnipro dan Laut Hitam oleh Ukraina untuk kepentingan komersial.
Selain itu, dibentuk komite kemanusiaan untuk menyelesaikan isu-isu tersisa, termasuk pertukaran tawanan perang dengan prinsip “semua untuk semua”, pemulangan seluruh warga sipil dan sandera, termasuk anak-anak, serta penanganan penderitaan korban konflik.
Ukraina juga wajib menyelenggarakan pemilihan umum sesegera mungkin setelah penandatanganan perjanjian. Perjanjian ini akan bersifat mengikat secara hukum dan diawasi oleh Dewan Perdamaian yang diketuai Presiden Trump, dengan keterlibatan Ukraina, Eropa, NATO, Rusia, dan Amerika Serikat. Sanksi akan diberlakukan jika terjadi pelanggaran.
Setelah seluruh pihak menyetujui kesepakatan ini, gencatan senjata penuh akan berlaku segera.








