KABUPATEN CIREBON, WARTAJAYAVISION.COM – Warga Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, dihebohkan dengan bau busuk menyengat yang berlangsung hampir lima hari.

Bau tersebut diduga berasal dari limbah pemotongan hewan berupa bulu ayam basah yang dijemur di lahan milik PT Istaka Karya di wilayah Gempol, Rabu (25/03/2026).

Tokoh masyarakat Desa Kedungbunder, Abdul Muis, menjelaskan bahwa bau busuk pertama kali tercium pada Jumat (20/03/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, saat warga tengah mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idulfitri.

“Awalnya warga mengira bau tersebut berasal dari bangkai tikus di sekitar rumah. Namun setelah ditelusuri, kami mendapat informasi bahwa sumber bau berasal dari lahan milik PT Istaka Karya di wilayah Gempol,” ujarnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Muis bersama warga dari Blok Pejagan Asem, BTN Kedungbunder Indah, hingga Blok Karanganyar mendatangi lokasi. Di sana ditemukan tumpukan limbah bulu ayam yang mengeluarkan bau sangat menyengat dan diduga sengaja dibuang di area tersebut.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, limbah tersebut diketahui milik seorang warga Kecamatan Kaliwedi bernama Anwar. Namun, yang bersangkutan sempat sulit dihubungi.

“Karena kondisi mendesak, warga sempat mencoba membakar limbah tersebut. Namun upaya itu tidak maksimal karena kondisi limbah basah dan keterbatasan bahan bakar,” jelas Muis.

Pada Rabu (25/03/2026), kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Gempol. Pemilik limbah akhirnya datang dan dilakukan mediasi antara tokoh masyarakat dan pemilik limbah. Hasilnya, limbah tersebut disepakati untuk diangkut kembali.

Meski demikian, warga mengeluhkan masih adanya sisa limbah yang menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar.

Salah satu warga, Sendi, menyatakan keberatan jika permasalahan ini hanya diselesaikan dengan pemindahan limbah tanpa adanya sanksi tegas.

“Kami berharap ada sanksi sosial maupun hukum. Dampaknya bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga kesehatan warga,” tegasnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa warga mengalami gangguan kesehatan, khususnya saluran pernapasan, yang diduga akibat paparan bau limbah tersebut.

“Bahkan keluarga saya sendiri sempat sakit. Ini bukan hanya kerugian materi, tapi juga kesehatan,” tambahnya.

Warga berencana melaporkan kasus ini ke Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta Unit Tipidter Polresta Cirebon agar segera ditindaklanjuti secara hukum.

Penulis: Didi S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *