KUNINGAN, WARTAJAYAVISION.COM – Pemkab Kuningan yang dikomandoi oleh Pj Bupati Kuningan Dr. Drs. H. Raden IiP Hidajat, M.Pd bersama Pejabat Teras langsung tancap gas mencari solusi kebeberapa pihak.
Hadir dalam kunjungan Kerja Ke Sumber mata air Cipaniis yang di Kelola Pihak Pemkab Cirebon ini Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala BPBD,Kabag Protokol dan Staf, Forkomfincam Kecamatan Pasawahan, Pemdes Paniis, perwakilan PDAM Kabupaten Cirebon.

Kepala Desa Paniis menyampaikan, “dalam upaya untuk membantu petani menghadapi kekeringan yang diakibatkan oleh fenomena alam ini dipenghujung musim hujan di bulan Januari 2024 lahan sawah seluas kurang lebih 34 hektar petani di Desa Paniis masih tetap kekeringan dan mengancam produktivitas petani dan hasil panen,” jelasnya kades Paniis Raki, Kamis (11/01/23).
Lahan sawah 34 hektar, yang ada di Desa Paniis Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan belum teratasi dan masih kering sehingga dengan mencari Solusi ke berbagai Pihak, dan PJ Bupati langsung turun tangan.
“Persoalan ini sudah lama sekali belum teratasi, aneh padahal Desa kami yang bisa dikatakan Sumber mata air yang melimpah, namun kenyataanya sawah milik masyarakat banyak yang kekeringan, disisi lain obyek wisata juga di kelola oleh pihak PDAU, makanya kami silaturahmi ke Pemkab Kuningan agar permohonan masyarakat yang memiliki lahan petani bisa teratasi.
Lanjut Kepala Desa Raki “berbagai persoalan di Desa kami seperti mata Air untuk PDAM Kabupaten Cirebon dan Wisata Cipaniis yang di kelola oleh pihak PDAU dan jelas ini sangat menjadi Dampak, 34 Hektar lahan Sawah yang ada di Desa Paniis ini mengalami Kekeringan”.

“Masyarakat petani sering mengeluh ke pihak Pemdes namun apa daya pihak Pemdes juga belum bisa menemukan solusi, dan hari ini insyaallah melalui pak PJ Bupati saya harap ada solusi yang bisa mereka berikan.” pungkas Kades Raki Baskar.
Disisi lain saat media Warta Jaya Vision menanyakan terkait PDAU, Direktur PDAU Kuningan Hj Heni Susilawati S.Sos MM menyampaikan “kalau soal pembubaran regulasi memang bisa saja, tapi tidak semudah itu, bagaimana pun ada cita cita dari para pendiri yang tentunya memberikan manfaat meskipun masih terbatas, ada 53 karyawan, dan 73 pelaku usaha.” pungkasnya.








