Banjir Rob Menggenangi Berbagai Wilayah Banjarmasin

Banjarmasin, yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, kembali menghadapi kondisi banjir rob yang menggenangi berbagai wilayah di kota ini. Dalam dua hari terakhir, yaitu Jumat (2/1) dan Sabtu (3/1) malam, air pasang mengakibatkan genangan di jalan utama hingga kawasan permukiman. Kondisi ini lebih parah dibandingkan bulan Desember lalu, terutama karena hujan deras yang turun.

Genangan air rob menjangkau beberapa titik penting seperti Pasar Sudimampir dan area sekitarnya. Ketinggian air mencapai bawah lutut orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga. Banyak pengendara harus melintasi jalan dengan perlahan untuk menghindari mogok kendaraan. Di depan Pasar Ujung Murung, arus lalu lintas terlihat padat, dengan kendaraan roda dua dan empat melewati genangan air yang menutupi hampir seluruh badan jalan.

Selain pasar, banjir rob juga terjadi di beberapa titik di Jalan Lambung Mangkurat. Meski Pemerintah Kota Banjarmasin telah menyelesaikan pembangunan drainase di kawasan tersebut, genangan tetap terjadi saat pasang air rob naik. Warga setempat mengeluh bahwa kondisi banjir rob semakin parah dari tahun ke tahun. “Dulu hanya basah-basah jalan, sekarang sudah sampai bawah lutut,” ujar Fahrul, warga yang melintas di kawasan Pasar Sudimampir.

Di Kelayan A, Banjarmasin Selatan, genangan air membanjiri jalan, rumah warga, dan langgar. Bahkan Masjid Al-Hikmah terkena dampaknya. Maryam, warga setempat, menyebutkan bahwa air mulai naik sejak pukul 17.00 Wita dan bisa meningkat lagi jika hujan turun. Genangan ini lebih tinggi dibanding sebelumnya, karena biasanya air hanya naik di sisi-sisi jalan dekat sungai, bukan menutupi seluruh jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan bahwa peningkatan volume banjir rob disebabkan oleh fenomena air pasang yang bersamaan dengan musim hujan. Untuk mengurangi risiko banjir, Pemko Banjarmasin melalui Dinas PUPR melakukan perbaikan drainase di sejumlah titik. Selain itu, normalisasi drainase dilakukan di wilayah-wilayah yang sering tergenang air, seperti Jalan Beruntung Jaya, Banjar Indah, Stadion Lambung Mangkurat, Dharma Praja, Brigjen H Hasan Basri, Jafri Zam-zam, dan Jalan A Yani Kilometer 1. Penanganan banjir juga dilakukan dengan pengerukan pada sejumlah sungai dan kanal.

Wali Kota Banjarmasin, M Yamin, menegaskan bahwa penanggulangan banjir menjadi prioritas di tahun 2026. Beberapa kegiatan dalam APBD 2026 telah disusun untuk mendukung visi dan misi kepala daerah. Baru-baru ini, Yamin memantau kondisi 132 kepala keluarga terdampak banjir di Kelurahan Sungailulut, RT 08 RW 01, Kecamatan Banjarmasin Timur, dan menyerahkan bantuan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Syamsudin Noor menjelaskan bahwa pasang diakibatkan oleh fase bulan purnama. Banjir rob akibat air pasang di pesisir perairan Sungai Barito seperti Banjarmasin dan sekitaranya diprediksi masih berlangsung hingga satu pekan kedepan.

Kepala Stamet Syamsudin Noor, Otta Welly Jeni Tholla, mengatakan prediksi pasang akan berlangsung sejak 2 Januari hingga 9 Januari mendatang. Waktu terjadinya pasang yaitu pada malam hari sejak pukul 16.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita dengan ketinggian maksimum mencapai 3,1 meter. Selain pesisir Sungai Barito, pasang air laut juga diprediksi terjadi di pesisir Kalsel yaitu Kotabaru dan Tanahbumbu.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *