INDRAMAYU, wartajayavision.com – Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) menggelar sosialisasi proyek Rehabilitasi Bendung Karet Cipanas yang berlokasi di area Bendung Karet Cipanas, Kabupaten Indramayu, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kandanghaur Rusyadi Nurdin, S.T., M.Si., Kapolsek Losarang AKP H. Suhendi, S.H., M.H., Kuwu Desa Santing H. Sutarman, Raksa Bumi Desa Parean Girang Tokid, serta perwakilan kelompok tani dari wilayah terdampak.
Bendung Karet Cipanas memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian sekaligus mengendalikan dampak rob di wilayah pesisir. Di bagian utara, bendung berfungsi menahan masuknya air laut, sedangkan di bagian selatan berfungsi menampung air tawar untuk kebutuhan irigasi pertanian.
Dalam sambutannya, Camat Kandanghaur Rusyadi Nurdin berharap rehabilitasi bendung dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat posisi Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional.

“Dengan berfungsinya kembali Bendung Karet Cipanas secara optimal, diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mempertahankan kontribusi Indramayu sebagai daerah penghasil padi. Semoga hasil panen ke depan semakin meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Losarang AKP H. Suhendi mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek dengan menjaga keamanan dan kondusivitas selama pekerjaan berlangsung.
“Kami berharap masyarakat dapat mendukung dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar proyek ini berjalan lancar hingga selesai,” katanya.

Perwakilan BBWS Cimancis, Agit, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik proyek diperkirakan mulai dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) atau beberapa hari setelah sosialisasi.
Menurutnya, tenaga teknis inti akan berasal dari pihak pelaksana, sedangkan tenaga nonteknis akan melibatkan masyarakat sekitar.
“Untuk kebutuhan bahan bakar alat berat, kami memastikan menggunakan BBM industri. Apabila ada pemasok yang tidak dapat menunjukkan dokumen resmi pengiriman, maka akan langsung ditolak,” tegas Agit.
Konsultan supervisi proyek, Joko, juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung kelancaran pekerjaan rehabilitasi yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah masukan disampaikan oleh kelompok tani dan perwakilan masyarakat. Tokid selaku Raksa Bumi Desa Parean Girang mengusulkan pengurasan saluran irigasi, sementara Pengamat Erun meminta adanya perbaikan pintu pembilas bendung.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan tim pelaksana proyek, Nuryasin, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi bendung terlebih dahulu.
“Kami akan menyelesaikan pekerjaan utama sesuai kontrak. Selanjutnya, berbagai usulan yang telah disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan untuk tindak lanjut berikutnya,” ujar Nuryasin.
Bendung Karet Cipanas berada di perbatasan Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Losarang, tepatnya di wilayah Desa Karanganyar dan Desa Santing. Infrastruktur ini memiliki manfaat besar bagi pengairan lahan pertanian, khususnya pada musim tanam kedua (gadu).
Tercatat, bendung tersebut mampu mengairi sekitar 240 hektare sawah di Kecamatan Kandanghaur yang meliputi Desa Karanganyar, Bulak, Parean Girang, dan Parean Ilir. Sementara di Kecamatan Losarang, bendung mengairi sekitar 45 hektare lahan pertanian di Desa Santing.
Proyek rehabilitasi Bendung Karet Cipanas didanai melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia pada BBWS Cimancis melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air II Cimancis.

Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Loeh Raya Perkasa berdasarkan kontrak Nomor HK.0201/BBWS6/6/2026/04 tanggal 23 April 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp31.286.833.303 dan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.
Adapun konsultan supervisi proyek merupakan kerja sama PT Manggalakarya, PT Widya Sarana, dan CV Cipta Suramadu (KSO).
Sebagai informasi, Bendung Karet Cipanas pertama kali dibangun pada tahun 2007–2008 dan telah beberapa kali mendapatkan pemeliharaan rutin, masing-masing pada tahun 2013–2014 serta tahun 2017.









