Rencana Penerbitan Obligasi dan Sukuk Korporasi di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan rencana penerbitan sebanyak 30 obligasi dan sukuk korporasi dalam pipeline yang masuk ke BEI. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga 22 Februari 2026, terdapat 20 emisi efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) yang telah diterbitkan oleh 13 penerbit. Total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp15,71 triliun.
Selain itu, terdapat 30 emisi dari 21 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline, dengan klasifikasi sektor sebagai berikut:
- 2 perusahaan dari sektor basic materials
- 1 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals
- 4 perusahaan dari sektor energi
- 10 perusahaan dari sektor finansial
- 1 perusahaan dari sektor industrials
- 3 perusahaan dari sektor infrastruktur
Pada hari ini, BEI akan mencatatkan penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Jasa Marga Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) senilai Rp2,06 triliun. Obligasi tersebut diterbitkan dalam empat seri dengan tenor yang memiliki jangka waktu 3, 5, 7, dan 10 tahun. Besaran kupon yang ditawarkan obligasi JSMR ini berada pada kisaran 5,70%—6,75% per tahun.
Sebagian besar dana yang terhimpun akan digunakan JSMR untuk melakukan penyetoran modal kepada anak usaha PT Jasamarga Japek Selatan (JJS), dengan nilai sebesar Rp1,3 triliun. Besaran nominal itu setara dengan 1,3 juta lembar saham JJS dan JSMR akan memiliki 92,32% saham perusahaan tersebut.
Dana yang disuntikkan Jasa Marga akan digunakan JJS sebagai tambahan dana untuk melanjutkan pembangunan ruas jalan tol Jakarta Cikampek II Selatan. JJS sendiri merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan. Saat ini, progres pembangunan keseluruhan ruas Jakarta—Cikampek Selatan diklaim telah mencapai 75,78%. Jalan tol tersebut ditargetkan beroperasi secara bertahap, dengan seksi 2 dan 3 pada 2027 dan seksi 1 pada 2031.
Penyetoran dana kepada JJS akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan progress konstruksi pada ruas Jakarta Cikampek Selatan dan direncanakan paling lambat pada kuartal IV 2026.
Sementara itu, sisa dana hasil penawaran umum akan dialokasikan untuk melakukan penyetoran modal sebesar 767.650 lembar saham kepada anak usaha PT Jasamarga Jogja Bawen. Selepas penambahan modal ini, JSMR bakal menggenggam 70,38% saham JJB. Serupa, nantinya JJB akan menggunakan dana itu sebagai tambahan dana untuk pembangunan ruas jalan tol Jogja Bawen. Penyetoran dana kepada JJB juga akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan progress konstruksi pada ruas Yogyakarta–Bawen dan direncanakan paling lambat pada kuartal IV 2026.
Saat ini, progress pembangunan keseluruhan seksi ruas Yogyakarta–Bawen telah mencapai 16,41%. Jalan tol tersebut dijadwalkan akan beroperasi secara bertahap, yakni seksi 1 dan 6 pada 2026 serta seksi 5 pada 2029.
Selain obligasi JSMR, BEI juga akan mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Bumi Tahap IV Tahun 2026 pada hari ini. Obligasi ini diterbitkan oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan jumlah pokok Rp612,75 miliar. BUMI membanderol tingkat kupon obligasi bertenor 3 tahun tersebut sebesar 7,25% per tahun.
Dana yang diperoleh dari obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh BUMI untuk melakukan pembayaran dipercepat atas seluruh pokok pinjaman perseroan sebesar US$20,45 juta atau setara dengan Rp347,33 miliar kepada Indies Special Opportunities III Ltd dan Indies Special Opportunities IV Ltd. Pinjaman itu berdasarkan pada Perjanjian Fasilitas tanggal 25 April 2025 antara BUMI sebagai peminjam dan beberapa pihak lainnya.
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja BUMI, yaitu biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan sehari-hari yang terdiri dari biaya gaji dan tunjangan karyawan, biaya jasa profesional, biaya pajak, dan biaya keuangan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual obligasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.








