Peningkatan Aktivitas Wisata di Jawa Barat

Perkembangan pariwisata di Jawa Barat hingga November 2025 menunjukkan tren positif yang signifikan, terutama dalam hal perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Kereta Cepat Whoosh. Data yang dirilis oleh Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, mencatat kenaikan yang mencolok baik dari segi jumlah perjalanan maupun kunjungan wisatawan.

Kenaikan Kunjungan Wisman Melalui Kereta Cepat Whoosh

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat melalui Kereta Cepat Whoosh mengalami peningkatan sepanjang November 2025. Jumlah kunjungan WNA tercatat sebanyak 16.635 kunjungan, naik 1,24% dibandingkan Oktober 2025 dan meningkat 19,87% jika dibandingkan dengan November 2024. Selama Januari-November 2025, total kunjungan WNA menggunakan Whoosh mencapai 177.283 kunjungan, atau naik 41,99% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

Sementara itu, kunjungan wisman melalui Bandara Kertajati pada November 2025 tercatat sebanyak 181 kunjungan. Angka ini naik 19,87% dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 151 kunjungan. Namun, secara year-on-year angka ini turun tajam sebesar 75,37% jika dibandingkan November 2024 lalu. Menurut Darwis, wisman yang datang ke Jawa Barat melalui Kertajati mayoritas berasal dari negara tetangga, terutama Singapura.

Penurunan Kunjungan Wisman via Bandara Kertajati

Meskipun terjadi kenaikan secara bulanan, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Kertajati mengalami penurunan yang signifikan jika dilihat dari data tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa faktor eksternal seperti situasi politik atau kondisi ekonomi global mungkin berdampak pada minat wisatawan asing untuk berkunjung ke Jawa Barat.

Pertumbuhan Wisnus yang Signifikan

Di sisi lain, sektor wisata domestik juga menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Jumlah perjalanan wisnus pada November 2025 mencapai 17,66 juta perjalanan, naik 3,64% dibandingkan Oktober 2025 dan meningkat 29,32% secara year-on-year dibandingkan November 2024. Total perjalanan wisnus sepanjang Januari-November 2025 mencapai 193,24 juta perjalanan, meningkat 28,78% dibandingkan periode yang sama 2024.

Daerah tujuan utama perjalanan wisnus yang paling tinggi adalah Kabupaten Bogor dengan 14,98%, diikuti Kota Bandung sebesar 11,37%, Kota Bekasi sebesar 6,80%, Kabupaten Bandung sebesar 6,74%, Kabupaten Bekasi sebesar 6,28%, dan Kota Depok sebesar 5,72%.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel yang Meningkat

Seiring dengan meningkatnya jumlah wisnus, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat juga mengalami peningkatan. TPK hotel bintang pada November 2025 mencapai 53,54%, naik 3,31 poin dibandingkan Oktober 2025 dan meningkat 0,56 poin secara year-on-year dibandingkan November 2024.

Wilayah dengan TPK hotel bintang tertinggi adalah Kota Bandung sebesar 63,84%, diikuti Kota Sukabumi sebesar 63,79%, Kota Depok sebesar 63,45%, Kota Bogor sebesar 61,65%, dan Kabupaten Karawang sebesar 60,78%. Sementara itu, TPK hotel non-bintang pada November 2025 mencapai 23,48%, naik 1,22 poin dibandingkan Oktober 2025 dan meningkat 0,78 poin dibandingkan November 2024.

Kota Bandung menjadi wilayah dengan TPK hotel non-bintang tertinggi sebesar 40,36%, diikuti Kota Cimahi sebesar 35,63%, dan Kabupaten Majalengka sebesar 34,02%. Angka terendah dicatatkan oleh Kabupaten Pangandaran sebesar 10,31%.

Rata-Rata Lama Menginap Tamu

Darwis juga merinci rata-rata lama menginap tamu di Jawa Barat. Dari data TPK hotel tersebut, rata-rata lama menginap tamu asing selama 2,56 malam. Kabupaten Purwakarta memiliki angka tertinggi yaitu 6,87 malam. Sedangkan tamu domestik menginap rata-rata selama 1,32 malam, dengan Kota Depok memiliki angka rata-rata tertinggi selama 1,66 malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *