Syifa, WNI yang Bergabung dengan Tentara Amerika Serikat
Syifa (20), seorang warga negara Indonesia asal Tangerang, kini menjadi sorotan publik setelah videonya mengenakan seragam Tentara Amerika Serikat beredar di media sosial. Ia bergabung dengan Army National Guard AS karena memiliki status pemegang Green Card dan telah menetap di Maryland sejak 2023.
Keluarga menyebutkan bahwa Syifa bertugas dalam posisi non-tempur, dengan peluang penghasilan dan pendidikan yang menarik, meski tetap ada risiko sebagai anggota militer. Keputusan ini diambil setelah diskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS.
Gaji Anggota Garda Nasional Amerika Serikat
Gaji yang diperoleh Syifa tentu berbeda dari pekerjaan biasa, dan bisa disebut cukup besar. Berdasarkan data terbaru per 21 Januari 2026, rata-rata gaji tahunan seorang anggota Garda Nasional di Amerika Serikat mencapai $35.072 (sekitar Rp605 juta dengan kurs asumsi). Jika dibedah lebih dalam, pendapatan ini setara dengan:
- $2.922 (Rp49,5 juta) per bulan
- $674 (Rp11,4 juta) per minggu
- $16,86 (Rp285 ribu) per jam
Bagi prajurit seperti Syifa, angka ini merupakan pendapatan dasar yang masih bisa berkembang pesat seiring dengan kenaikan pangkat, tingkat pendidikan, dan masa bakti.
Proses Pelatihan dan Pekerjaan Syifa
Setelah ditelusuri, memang benar bahwa Syifa adalah Warga Negara Indonesia yang kini berusia 20 tahun. Mengenakan kacamata dan hijab berwarna hitam, ia tampak menggendong ransel seperti layaknya seorang tentara. Penampilannya yang tetap mengenakan hijab di balik seragam loreng bertuliskan “US Army” menuai beragam reaksi netizen.
Safitri, sang ibunda menjelaskan bahwa Syifa saat ini tengah menjalani proses training sebagai militer AS yang akan selesai pada bulan Januari ini. Awalnya, Safitri merasa khawatir karena ia kira Syifa akan disuruh perang, namun ternyata tidak. Posisi yang diambil anaknya adalah di National Guard, dan bekerja di bagian office.
Keluarga Pemegang Green Card
Meskipun berstatus WNI, Syifa bisa mendaftar karena ia dan keluarganya adalah pemegang Green Card (Permanent Resident) yang telah menetap di Maryland, AS, sejak pertengahan 2023. Syarat utama menjadi tentara AS memang tidak harus warga negara, namun minimal harus memiliki izin tinggal tetap (Permanent Resident).
Keputusan Syifa untuk bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan setelah berdiskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS. Mereka berasal dari Kota Tangerang, Banten. Safitri dan keluarga merupakan diaspora yang telah tinggal di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023 lalu.
Kehidupan di Amerika Serikat
Safitri beserta suami dan dua anak perempuannya pindah ke Amerika Serikat setelah mendapat visa Green Card, yaitu izin tinggal tetap di AS yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal di AS dalam jangka panjang. Saat ini, mereka tinggal di Kensington, negara bagian Maryland, daerah pinggiran Kota Washington DC.
Safitri mengatakan bahwa sang putri akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS. Keputusan Syifa untuk bekerja menjadi pembela negara Amerika Serikat tentu tidak mudah. Anggota National Guard (Garda Nasional) di Amerika Serikat dapat menghadapi berbagai risiko fisik, psikologis, sosial, dan kesehatan terutama jika menilik gender-nya.








