Kecelakaan Kereta Api dan Mobil Avanza di Tebingtinggi, Delapan Orang Tewas
Sebanyak delapan orang tewas dalam kecelakaan antara Kereta Api Sribilah Utama dengan mobil Avanza di Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 19.58 WIB. Kereta Api yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menabrak sebuah minibus Avanza yang melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban meninggal dunia mencapai sembilan orang. Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi. Dari sembilan korban tersebut, pengemudi mobil serta dua anak-anak dinyatakan meninggal dunia.
Identitas Korban Meninggal di Mobil Avanza
Berikut adalah identitas korban yang meninggal dalam kecelakaan tersebut:
- ABDUL KADIR AL JAELANI (42), alamat Lk. 7 Pasar IV Kel. Terjun Kac. Medan
- RIZAL (59), alamat Jln Mutiara 8 Bb No 20 Desa Sigara gara Kec. Patumbak Kab. Deli Serdang.
- DARATUL LAILA (50), alamat . Dsn III Jl. Satria Ujung Gang Sedulur Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang.
- RISNAWATI (57), alamat Jl. Deli Tua Gang Al Iman No 27 A Dsn I Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang.
- MUHAMMAD HAFIZ (4), alamat Deli Tua Kab. Deli Serdang.
- MUHAMMAD RAFKA ATTAQIH (6), alamat Deli Tua Kab. Deli Serdang.
- ASRAH (80), alamat Deli Tua Kab. Deli Serdang.
- SRI DEVI (41), alamat Medan Marelan Kota. Medan.
- ZAITUN (anak-anak belum diketahui)
Kronologi Kecelakaan
Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, sebelum kejadian, masinis Kereta Api Sribilah Utama telah membunyikan suling lokomotif beberapa kali. Namun, mobil Avanza tiba-tiba muncul dari arah samping dan melintas di lokasi perlintasan tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti. Diduga, sopir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga kecelakaan tidak terhindarkan.
“Dampak atas kejadian tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebingtinggi,” kata Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo.
“Kondisi masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar.
Lokasi Memang Rawan Kecelakaan
Menurut warga setempat, lokasi Sektor V Jalan Abdul Hamid memang sangat membutuhkan palang pintu perlintasan kereta api. Jalan umum di titik tersebut menikung dan memiliki jarak pandang yang terbatas karena terhalang tanaman umbi-umbian.
“Ini jalannya menikung dan setelah masuk tikungan ketemu rel perlintasan kereta api. Saat tanaman ubi di kiri kanannya tinggi, itu sopir biasanya nggak sadar kalau ada kereta api akan melintas,” kata Eri, warga setempat.
Selain itu, lokasi perlintasan yang sepi permukiman membuat banyak warga tidak mengingatkan kendaraan yang melintas untuk lebih berhati-hati. Terlebih saat malam hari, lokasi perlintasan tergolong gelap.
“Apalagi ini kan karena sepi, kemudian jarak Stasiun Tebingtinggi masih 2,5 km lagi, rata-rata kereta api yang lewat lajunya masih tinggi. Makanya setiap kecelakaan, korban jiwanya pasti ada saja,” ujar warga.
Timeline Kecelakaan Sebelumnya
• Pada Minggu (14/1/2024), Kereta Api (KA) Datuk Blambangan menabrak Toyota Avanza di Sektor V, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. Akibat kecelakaan itu, satu orang tewas di tempat dan seorang luka berat. Korban jiwa dalam peristiwa tersebut adalah seorang siswi SMA asal Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai bernama Enjelina (16).
• Pada Rabu (16/12/2020) sore, seorang balita berusia 3 tahun bernama Dzihan Aisyah Putri yang masih merupakan warga sekitar tewas dalam kecelakaan kontra kereta api. Korban yang saat itu berada dalam mobil Honda Jazz bersama keluarga ditabrak kereta api Putri Deli yang datang dari arah Kisaran.








