Duka Membayangi Keluarga Korban Kecelakaan di Bangka Barat
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Pangkalpinang Mentok, tepatnya di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (10/1) siang, menyebabkan satu korban meninggal dunia. Korban tersebut adalah Muliandy Nasution, seorang Commercial Director Garuda TV dan anggota Badan Pengurus Besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI). Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
Istri almarhum, Ayu Dyah Andari, mengungkapkan rasa kehilangan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (11/1). Ia menulis doa-doa panjang disertai kenangan terakhir bersama sang suami. “Alhamdulillah, Allah izinkan memori terakhir bersamamu indah. Allah beri kebahagiaan umrah sekeluarga lengkap untuk terakhir kalinya. Kamu selalu senyum, sabar, dan khusyuk,” tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Ayudyahandari juga memohon agar Allah mengampuni dosa-dosa sang suami, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Ungkapan duka itu menyentuh banyak warganet dan mengalirkan simpati luas.
Peristiwa Kecelakaan yang Mengakibatkan Kematian
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, menjelaskan kecelakaan maut itu melibatkan mobil Nissan Serena berwarna abu-abu dengan nomor polisi B-2477-WBD dan truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan buah kelapa sawit bernomor polisi BN-8879-RP. Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Mobil Nissan Serena melaju dari arah Pangkalpinang menuju Mentok. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi berusaha mendahului kendaraan di depannya. Namun dari arah berlawanan datang truk bermuatan sawit, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan keras menyebabkan bagian depan kedua kendaraan ringsek parah. Kap mesin Nissan Serena rusak berat, kaca depan pecah, serta ruang mesin dan bumper mengalami kerusakan signifikan. Truk pun mengalami kerusakan serupa di bagian depan.
Dalam kejadian itu, satu penumpang Nissan Serena, Muliandy Nasution, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Ia diketahui duduk di kursi belakang sopir saat tabrakan terjadi. “Korban meninggal dunia akibat cedera kepala berat disertai sejumlah luka serius,” ujar Kapolres.
Muliandy Nasution dikenal sebagai Commercial Director Garuda TV dan juga anggota BPP HIPMI. Ia berdomisili di kawasan Villa Nusa Indah, Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Sementara itu, pengemudi Nissan Serena, Anisul Hakimi, mengalami luka berat. Ia sempat terjepit di dalam kendaraan dengan kondisi cedera kepala, luka robek, serta patah pada kedua kaki. Pengemudi truk, Izhariansyah, hanya mengalami luka ringan berupa keseleo pada pergelangan kaki kanan. Sejumlah penumpang lain Nissan Serena mengalami luka ringan, seperti memar, lecet, sesak di dada, hingga pusing.
Proses Evakuasi dan Penanganan Medis
“Prioritas kami saat itu adalah mengevakuasi para korban, terutama yang luka berat, baru kemudian melakukan olah TKP. Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” jelas Aditya.
Seluruh korban dilarikan ke Puskesmas Kelapa dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp80 juta. Polisi telah mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti.
Pemulangan Jenazah dan Perawatan Korban Selamat
Kapolres Bangka Barat menyampaikan pihaknya telah memfasilitasi pemulangan jenazah Muliandy Nasution ke daerah asal keluarga. Proses pemulangan dilakukan melalui jalur udara dari Pangkalpinang menuju Jakarta pada hari yang sama. “Atas permintaan keluarga, kami membantu mempercepat administrasi agar jenazah dapat diberangkatkan tanpa kendala,” ujar Aditya.
Korban diketahui dimakamkan di Tempat Pemakaman Al Azhar, Karawang, Jawa Barat. Selain korban meninggal dunia, salah satu korban selamat dari kecelakaan tersebut sempat mendapatkan perawatan di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sebelum akhirnya dirujuk ke Jakarta.
Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr. Della Rianadita, mengatakan korban tiba di rumah sakit sekitar tengah malam dan langsung menjalani pemeriksaan medis. “Korban sempat dilakukan CT scan dan distabilkan kondisinya. Karena akan dirujuk ke Jakarta, tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB diterbangkan,” kata dr. Della saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).
Ia menyebutkan korban merupakan warga negara asing asal Singapura dengan kondisi relatif stabil, meski mengalami luka-luka di bagian wajah.









