MAJALENGKA, WARTAJAYAVISION.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan narapidana, tetapi juga berperan dalam mengembangkan potensi diri para penghuni melalui berbagai program yang bermanfaat.
Salah satu inisiatif yang kini sedang digalakkan adalah persiapan lahan untuk mendukung ketahanan pangan, baik untuk kebutuhan internal maupun sebagai kontribusi positif terhadap masyarakat sekitar, Kamis (14/11).
Lapas Majalengka memulai program ketahanan pangan ini berfokus pada pemanfaatan lahan yang ada di area brandgang untuk menanam berbagai jenis tanaman produktif, seperti sayur-sayuran dan tanaman pangan lainnya.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi pangan di dalam Lapas, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar yang kerap mengalami fluktuasi harga dan kualitas. Selain itu, melalui pertanian ini, penghuni Lapas dapat memperoleh keterampilan baru yang berguna untuk kehidupan mereka setelah menjalani masa hukuman.

Selain manfaat langsung bagi penghuni Lapas, keberhasilan program ini juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Hasil panen yang melimpah bisa dijual untuk mendukung ekonomi lokal atau bahkan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, seperti panti asuhan atau warga kurang mampu.
Dengan demikian, program ketahanan pangan di Lapas Majalengka ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan dalam Lapas, tetapi juga memberi peluang bagi para narapidana untuk berkontribusi secara positif kepada masyarakat.
Inisiatif ini menggambarkan bagaimana Lapas Majalengka dapat bertransformasi menjadi pusat pembinaan yang lebih produktif dan bermanfaat, tidak hanya bagi penghuni Lapas itu sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.







