Ellen DeGeneres Pindah ke Inggris, Tertarik dengan Kehidupan yang Lebih Tenang

Ellen DeGeneres, seorang komedian dan mantan pembawa acara talk show ternama, telah mengambil keputusan besar dengan pindah dan menetap di Inggris. Keputusan ini diambil setelah Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Bagi Ellen, langkah ini merupakan respons atas kekhawatiran terhadap arah politik AS, khususnya mengenai keberlanjutan legalitas pernikahan sesama jenis.

Dalam wawancara yang dilakukan di Everyman Theatre, Cheltenham, Ellen menceritakan bahwa awalnya ia dan istrinya, Portia de Rossi, hanya berencana tinggal sementara di Inggris. Namun, situasi berubah ketika mereka bangun keesokan hari setelah pemilu dan dibanjiri pesan sedih dari teman-temannya di AS. Mereka langsung memutuskan untuk tetap tinggal di sini.

“Kami tiba di sini sehari sebelum pemilu dan saat bangun tidur, kami menerima banyak pesan dari teman-teman yang berisi emoji menangis, dan aku langsung berpikir, ‘Dia terpilih.’ Lalu kami pun berkata, ‘Kita tetap tinggal di sini’,” ujar Ellen kepada Richard Bacon dari BBC.

Kehidupan di Inggris yang Menyenangkan

Ellen menyebut kehidupan di Inggris lebih menyenangkan dibandingkan di AS. Ia mengapresiasi kebersihan lingkungan, keramahan masyarakat, serta cara negara tersebut memperlakukan hewan. “Segalanya terasa lebih baik di sini. Arsitekturnya indah, desa-desa sangat mempesona, dan hidup terasa lebih sederhana,” tambahnya.

Selain itu, Ellen juga merasa lebih aman dan nyaman di Inggris. Ia merasa bahwa situasi politik di AS belum tentu menjamin keberlanjutan hak-hak sipil termasuk pernikahan sesama jenis. Hal ini menjadi salah satu alasan utama ia memutuskan untuk pindah.

Kekhawatiran Terhadap Status Pernikahan

Di balik keputusan pindah ke Inggris, Ellen mengungkap bahwa langkah ini juga dipengaruhi oleh dinamika hukum dan politik di AS. Ia menyebut keputusan Konvensi Gereja Baptis di Amerika yang menyerukan pembatalan putusan Mahkamah Agung pada 2015 yang selama ini menjadi dasar legalitas pernikahan pasangan sejenis. Jika hal tersebut terjadi, ia dan Portia bahkan mempertimbangkan untuk menikah lagi di Inggris.

Ellen juga menyentil masa-masa sulit menjelang berakhirnya The Ellen DeGeneres Show pada 2022. Penutupan acara ini terjadi setelah muncul laporan tentang lingkungan kerja yang toksik serta tuduhan terhadap beberapa produser acara. Meski ia sempat meminta maaf dan melakukan perombakan besar-besaran, citra publiknya tetap mengalami kemunduran.

Masalah dengan Label “Kejam”

Ellen menyesalkan bagaimana label “kejam” dapat melekat pada dirinya, terutama ketika diberikan pada perempuan. “Gila saja, bahwa menyebut seseorang ‘kejam’ bisa jadi hal terburuk yang bisa dikatakan tentang seorang perempuan,” katanya. Ia benci jika orang mengira dirinya seperti itu karena ia tahu siapa dirinya.

Ia juga mengungkap kesulitan dalam merespons berbagai artikel tanpa terdengar seperti korban atau orang yang hanya mengeluh. “Saya ini orang yang to the point dan blak-blakan. Tapi mungkin kadang itu dianggap… kejam?” tanyanya.

Harapan untuk Hidup Baru

Walau belum mengungkap rencana jelas soal langkah selanjutnya di dunia hiburan, Ellen tampaknya masih bergulat dengan bayang-bayang reputasi yang belum sepenuhnya pulih. Ia mengaku menyesal bahwa akhir dari perjalanan di The Ellen DeGeneres Show harus diwarnai oleh isu yang menyakitkan. “Saya rasa tidak ada satu kalimat pun yang bisa benar-benar menghapus reputasi itu,” katanya.

Kini, jauh dari sorotan media Amerika, Ellen memulai hidup baru dengan harapan untuk lebih tenang dan aman. Ia berharap dapat menikmati kehidupan yang lebih sederhana dan nyaman di Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *