Penurunan Produksi dan Biaya Pemasaran Apple Vision Pro
Apple dilaporkan mengurangi produksi dan biaya pemasaran perangkat headset virtual reality (VR) yang diberi nama Vision Pro hingga 95 persen di Amerika Serikat dan Inggris. Pengurangan ini terjadi seiring penjualan yang dinilai tidak mencapai ekspektasi sejak peluncuran perangkat tersebut.
Pengiriman Vision Pro pada tahun 2024 diperkirakan hanya sekitar 390.000 unit secara global, dengan penjualan yang masih terkonsentrasi di AS dan ketersediaan terbatas di 13 negara. Meskipun telah diperbarui dengan chip M5, Vision Pro dinilai masih kesulitan menembus pasar konsumen karena harga mahal dan isu kenyamanan penggunaan. Oleh karena itu, Apple dikabarkan sedang mempersiapkan generasi berikutnya serta model yang lebih ringan.
Perkembangan Produksi dan Penjualan
Sejak peluncuran resmi pada Juni 2023, beberapa analis memproyeksikan bahwa Apple akan memproduksi hingga 800.000 unit Vision Pro agar terjual sepanjang tahun 2024. Namun, jumlah tersebut kemudian direvisi menjadi sekitar 400.000 unit. Pemangkasan produksi ini terjadi pada musim panas 2023, menurut laporan Financial Times. Sementara itu, analis Ming-Chi Kuo menyatakan bahwa pemangkasan terjadi pada April 2024, setelah Apple membatalkan rencana model baru Vision Pro karena penjualan yang mengecewakan.
Ketersediaan Vision Pro saat ini masih terbatas di 13 negara, termasuk Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, dan Inggris. Pada kuartal pertama 2024, saat Vision Pro dijual eksklusif di AS, jumlah penjualannya kurang dari 100.000 unit. Total penjualan perangkat ini diperkirakan nyaris mencapai 400.000 unit, namun separuhnya berasal dari AS.
Prediksi Penjualan Tahun 2025
Menurut IDC, prediksi penjualan Vision Pro untuk kuartal IV-2025 hanya sekitar 45.000 unit. Padahal, periode ini biasanya menjadi momen penting dalam penjualan gadget. Namun, dengan harga jual sebesar 3.500 dolar AS (sekitar Rp 58 juta), perangkat ini agak sulit masuk ke pasar konsumen umum.
Pada Oktober 2025, Apple memperbarui Vision Pro dengan chip M5 tanpa perubahan desain signifikan. Pembaruan ini dinilai lebih menyasar kebutuhan bisnis daripada mengatasi keluhan utama konsumen, khususnya soal bobot dan kenyamanan saat menggunakan perangkat.
Persiapan Generasi Berikutnya
Ke depannya, Apple dikabarkan sedang mengeksplorasi generasi kedua Vision Pro serta model yang lebih ringan dan terjangkau. Model ini konon disebut “Vision Air”. Namun, perangkat ini masih membutuhkan waktu panjang untuk dirilis ke publik, karena Apple dilaporkan sedang mengembangkan kacamata pintar demi mengikuti tren saat ini.
Kesimpulan
Meski memiliki fitur canggih, Apple Vision Pro masih menghadapi tantangan besar dalam penetrasi pasar. Dengan harga yang tinggi dan keterbatasan ketersediaan, perangkat ini belum mampu menembus pasar konsumen luas. Namun, Apple tampaknya sedang bersiap untuk meluncurkan versi yang lebih baik dan terjangkau di masa depan.







