CIREBON, WARTAJAYAVISION.COM – “Ada sekitar 10 menit angin itu berputar-putar mengelilingi kami. Sehingga warung yang kami singgahi hancur terkena angin tersebut. Untung saja kami gak terbawa. 4 orang terperangkap dalam warung tersebut yaitu saya dan kawan saya, pedagang sate serta ibu-ibu yang sedang membungkus sate,” paparnya.

Cuaca Ekstrim dengan intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin dan gemuruh petir menyebabkan beberapa pepohonan tumbang menutupi akses jalan warga dan atap rumah berterbangan menimpa wilayah Desa Purbawinangun, Kecamatan plumbon, Kabupaten Cirebon pada Kamis (25/01/2024) sore hari.

Cuaca ekstrim tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berawal dari awan mendung yang pekat dari berbagai arah disertai hujan rintik yang mendadak menjadi lebat.

Ali (43) warga yang berada disekitar area tersebut mengungkapkan jika dirinya tidak menyangka hujan lebat tersebut akan memporak-porandakan pepohonan dan atap rumah warga juga mengakibatkan konsleting listrik sehingga lampu diarea sekita menjadi padam.

“Saya terkejut, posisi saya sedang makan malam dengan kawan ditempat Warung Sate Kambing pinggir sawah. Baru 3 tusuk saya makan tiba-tiba hujan datang dengan lebatnya disertai angin yang kencang,” ujarnya.

Kemudian lanjut Ali, dalam hitungan detik angin berbentuk pusaran tiba-tiba datang dari berbagai arah memporak-porandakan atap bangunan rumah dan warung semi permanen disekitarnya.

“Ada sekitar 10 menit angin itu berputar-putar mengelilingi kami. Sehingga warung yang kami singgahi hancur terkena angin tersebut. Untung saja kami gak terbawa. 4 orang terperangkap dalam warung tersebut yaitu saya dan kawan saya, pedagang sate serta ibu-ibu yang sedang membungkus sate,” paparnya.

Dirinya bersyukur atas musibah tersebut masih bisa selamat dan tanpa cedera yang berarti. Meskipun akhirnya dirinya dan beberapa orang yang terjebak didalamnya harus menceburkan diri ke sawah untuk akses keluar dari warung yang roboh tersebut.

“Saya bersyukur tidak ada luka. Namun peristiwa tersebut membuat saya cukup shock. Karena terjebak dalam bangunan diposisi hujan deras dengan angin yang cukup kencang dan gemuruh petir yang mengerikan,” jelasnya.

Ditempat yang sama Wati (40) warga sekitar yang ikut terjebak didalam warung Sate Kambing tersebut mengaku histeris pada saat kejadian itu berlangsung. Dirinya mengaku shock karena tertimpa atap warung tersebut.

“Saya baru mengalami hal ini. Saya cukup shock karena terjebak didalam warung tersebut bahkan motor saya roboh tertimpa bangunan warung tersebut. Saya bersyukur selamat dari musibah tersebut,” katanya.

Diketahui, akibat dari cuaca ekstrim tersebut banyak terdapat pohon-pohon yang sudah tua dan sangat besar tumbang.

Kemudian beberapa atap rumah warga ambruk, ada sebagian hilang berterbangan tertiup angin yang cukup kencang. Juga petani terancam gagal panen dikarenakan beberapa padi yang rebah tertiup angin.

Bukan hanya dampak dari kerugian fisik. Terlihat beberapa warga yang biasa menjalankan aktifitas kesehariannya dengan melalui jalan tersebut menjadi terhambat dikarenakan jalan yang dilalui terhalang pohon besar yang tumbang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak berwenang atas kerugian yang dialami warga setempat yang terdampak musibah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *