Kasus Pembunuhan IRT di Serang, Banten Terungkap

Awalnya dikira keguguran, ternyata ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Serang, Banten tewas bersimbah darah akibat pembunuhan. Kejadian ini mengejutkan masyarakat setempat karena korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

IRT tersebut, berinisial F (42), ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Desa Telaga Luhur, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Awalnya, warga mengira korban mengalami keguguran karena melihat kondisi tubuhnya yang penuh darah. Namun, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban mengalami delapan luka tusukan di tubuhnya.

Luka-luka tersebut menembus rongga tubuh dan mengenai sejumlah organ vital seperti jantung, pembuluh darah leher sisi kiri, ginjal kanan, serta organ di rongga perut. Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Waringinkurung, Iptu Hari Purwanto, ada sekitar lima luka tusuk yang mengenai hati dan usus, baik dari sisi belakang maupun depan.

Autopsi terhadap jenazah korban dilakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Dari hasil sementara, penyebab kematian diduga kuat akibat luka tusuk yang mengenai jantung dan pembuluh darah leher kiri. Polisi juga memperkirakan waktu kematian korban terjadi kurang dari dua jam sebelum korban dievakuasi ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara, Serang.

Selain itu, penyidik telah melakukan pengambilan sampel swab vagina terhadap jenazah sebagai bagian dari proses penyelidikan lanjutan. Sebelumnya, polisi telah memastikan kematian F merupakan akibat tindak pidana pembunuhan.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban tewas. Untuk diketahui, tak lama setelah peristiwa itu, polisi berhasil mengamankan seorang terduga pelaku. Polisi juga menyita sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi korban.

Hingga kini, penyidik masih mendalami identitas serta keterangan terduga pelaku untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian. Berita ini sempat disalahartikan oleh warga sebagai kasus keguguran. Polisi menjelaskan, dugaan itu muncul karena korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah sebelum dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 15.30 WIB.

“Awalnya masyarakat mengira korban mengalami keguguran. Bahkan yang membawa ke rumah sakit tidak mengetahui penyebab korban bersimbah darah,” ujar Hari.

Namun begitu, dugaan tersebut terpatahkan setelah pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan medis. Tenaga medis menemukan sejumlah luka tusukan di tubuh korban. “Luka yang ditemukan merupakan luka tusukan, bukan akibat keguguran, jumlahnya lebih dari tiga,” ucapnya.

Polisi menerima laporan dari rumah sakit sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang untuk mengamankan lokasi. Sejumlah saksi juga telah dilakukan pemeriksaan, termasuk warga yang sempat membersihkan darah dan membawa korban ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara sebelum polisi tiba.

Menurutnya, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong dan hanya korban yang berada di dalamnya. Dengan begitu, Polisi tak menemukan indikasi tindak pencurian, hal itu berdasarkan hasil pengecekan di lokasi serta keterangan anak korban, tidak ada barang berharga yang hilang.

“Belum ada laporan kehilangan barang,” tuturnya. Sebagai barang bukti sementara, polisi mengamankan kain lap bekas membersihkan darah, kasur, serta telepon genggam milik korban. Perkara ini selanjutnya dilimpahkan ke Polresta Serang Kota untuk penanganan lebih lanjut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *