Instagram Menjelaskan Tidak Ada Kebocoran Data, Namun Pengguna Disarankan Waspada
Instagram telah memberikan pernyataan terkait dugaan kebocoran data pengguna yang beredar belakangan ini. Dalam pernyataannya, platform media sosial besutan Meta ini menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran pada sistem intinya. Meskipun demikian, pihak eksternal diketahui memanfaatkan celah tertentu untuk mengirimkan email reset password ke sejumlah pengguna.
Email tersebut muncul sebagai respons atas permintaan pengguna untuk mengganti kata sandi akun mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna, namun Instagram menekankan bahwa akun pengguna tetap aman dan dapat diabaikan.
Laporan Malwarebytes Mengungkap Kebocoran Data di Dark Web
Laporan dari perusahaan antivirus Malwarebytes menyebut adanya dugaan kebocoran 17,5 juta data pengguna Instagram di dark web. Data sensitif seperti username, alamat email, nomor telepon, dan informasi lainnya diduga bocor melalui celah API lama. Data tersebut kemudian dipublikasikan ulang oleh oknum tertentu di situs gelap pada 7 Januari 2026.
Menurut Malwarebytes, struktur data yang rapi dan konsisten menunjukkan kemungkinan besar data dikumpulkan melalui celah API, integrasi pihak ketiga, atau konfigurasi sistem yang tidak aman sebelum tahun 2025. Dugaan ini memperkuat keyakinan bahwa data tersebut bukan hasil dari pelanggaran langsung terhadap sistem Instagram.
Bahaya Serangan Phishing yang Meningkat
Meski Instagram menegaskan tidak ada kebocoran data, Malwarebytes memperingatkan potensi serangan phishing yang bisa terjadi. Hacker terus mengirim permintaan reset password via email, meski tidak ada kata sandi yang bocor. Kegiatan ini bisa memungkinkan penyerang mengambil alih akun pengguna jika korban terjebak dalam tindakan yang tidak wajar.
Phishing adalah metode penipuan digital yang melibatkan penyamaran sebagai organisasi resmi untuk mencuri informasi pribadi. Biasanya, penipu mengirim pesan palsu berisi tautan ke situs yang meniru perusahaan asli demi mengelabui korban.
Cara Memperkuat Keamanan Akun Instagram
Meskipun Instagram menyatakan tidak ada kebocoran data, pengguna disarankan untuk meningkatkan keamanan akun dengan beberapa langkah berikut:
Aktifkan fitur dua faktor (2FA):
Langkah pertama adalah mengaktifkan otentikasi dua langkah. Fitur ini memungkinkan pengguna menerima kode tambahan via SMS atau aplikasi pihak ketiga seperti Google Authenticator dan Authy. Untuk mengaktifkannya, buka profil akun Instagram, klik menu Settings, cari Two-Factor Authentication, pilih akun yang ingin ditambahkan, dan pilih jenis notifikasi yang ingin diterima.Periksa perangkat yang terhubung:
Lakukan pemeriksaan berkala terhadap perangkat yang terhubung ke akun Instagram. Informasi ini membantu Anda memantau apakah akun sedang digunakan oleh pihak yang tidak berwenang.Hindari klik tautan mencurigakan:
Jika Anda menerima email yang meminta reset password tanpa permintaan pribadi, jangan langsung mengklik tautan yang tercantum. Pastikan sumbernya valid dan aman sebelum melakukan tindakan apa pun.
Dengan langkah-langkah di atas, pengguna dapat lebih waspada terhadap ancaman keamanan dan menjaga akun Instagram tetap aman.








