Pengumuman THR 2026 untuk ASN dan Pensiunan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan kepastian mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan pada tahun 2026. Pencairan THR ini akan dimulai pada minggu pertama Ramadan dan diharapkan selesai pada pekan pertama bulan puasa. Hal ini menjadi informasi yang sangat dinantikan oleh para pegawai negeri sipil maupun pensiunan.

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR yang mencakup berbagai komponen seperti gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan/umum, serta tunjangan kinerja (tukin). Anggaran tersebut dialokasikan untuk ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), anggota TNI dan Polri, hakim, serta para pensiunan.

Dalam pernyataannya, Menteri Keuangan menyebutkan bahwa pencairan THR akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan rampung dalam waktu singkat. Ia juga menegaskan bahwa THR ini memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan pertama tahun 2026.

Komponen THR yang Diberikan

Besaran THR 2026 diperkirakan mengikuti skema dua tahun terakhir, yakni mencakup:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan keluarga
  • Tunjangan pangan
  • Tunjangan jabatan atau tunjangan umum
  • Tunjangan kinerja (tukin)

Pada 2024 dan 2025, pemerintah membayarkan THR secara penuh termasuk 100 persen tunjangan kinerja untuk ASN pusat, TNI, Polri, dan hakim. Untuk ASN daerah, besaran THR disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah. Sementara itu, guru dan dosen yang tidak menerima tukin memperoleh tunjangan profesi sebesar satu bulan gaji. Adapun Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menerima 80 persen dari gaji pokok.

Rincian Gaji Pokok PNS 2026

Gaji pokok PNS mengacu pada ketentuan terbaru dan penyesuaian teknis dalam Peraturan BKN Nomor 1 Tahun 2024. Besaran gaji ditentukan berdasarkan golongan dan masa kerja golongan (MKG), belum termasuk tunjangan.

Berikut adalah rincian gaji pokok PNS 2026 berdasarkan golongan:

  • Golongan I:
  • I/a: Rp1.685.700 – Rp2.522.600
  • I/b: Rp1.840.800 – Rp2.670.700
  • I/c: Rp1.918.700 – Rp2.783.700
  • I/d: Rp1.999.900 – Rp2.901.400

  • Golongan II:

  • II/a: Rp2.184.000 – Rp3.643.400
  • II/b: Rp2.385.000 – Rp3.797.500
  • II/c: Rp2.485.900 – Rp3.958.200
  • II/d: Rp2.591.100 – Rp4.125.600

  • Golongan III:

  • III/a: Rp2.785.700 – Rp4.575.200
  • III/b: Rp2.903.600 – Rp4.768.800
  • III/c: Rp3.026.400 – Rp4.970.500
  • III/d: Rp3.154.400 – Rp5.180.700

  • Golongan IV:

  • IV/a: Rp3.287.800 – Rp5.399.900
  • IV/b: Rp3.426.900 – Rp5.628.300
  • IV/c: Rp3.571.900 – Rp5.866.400
  • IV/d: Rp3.723.000 – Rp6.114.500
  • IV/e: Rp3.880.400 – Rp6.373.200

Daftar Gaji PPPK 2026

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024, berikut adalah daftar gaji PPPK berdasarkan golongan:

  • Golongan I: Rp1.938.500 – Rp2.900.900
  • Golongan II: Rp2.116.900 – Rp3.071.200
  • Golongan III: Rp2.206.500 – Rp3.201.200
  • Golongan IV: Rp2.299.800 – Rp3.336.600
  • Golongan V: Rp2.511.500 – Rp4.189.900
  • Golongan VI: Rp2.742.800 – Rp4.367.100
  • Golongan VII: Rp2.858.800 – Rp4.551.800
  • Golongan VIII: Rp2.979.700 – Rp4.744.400
  • Golongan IX: Rp3.203.600 – Rp5.261.500
  • Golongan X: Rp3.339.600 – Rp5.484.000
  • Golongan XI: Rp3.480.300 – Rp5.715.000
  • Golongan XII: Rp3.627.500 – Rp5.956.000
  • Golongan XIII: Rp3.781.000 – Rp6.208.000
  • Golongan XIV: Rp3.940.900 – Rp6.470.100
  • Golongan XV: Rp4.107.600 – Rp6.743.200
  • Golongan XVI: Rp4.281.400 – Rp7.028.600
  • Golongan XVII: Rp4.462.500 – Rp7.329.900

Besaran THR Pensiunan

Besaran THR untuk pensiunan PNS, TNI, dan Polri dihitung berdasarkan komponen penghasilan yang diterima, meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tambahan penghasilan lainnya. Nominal yang diterima setiap pensiunan berbeda-beda, tergantung pangkat dan golongan.

Sebagai contoh, besaran THR pensiunan PNS untuk Lebaran 2025 adalah sebagai berikut:

  • Pensiunan golongan I:
  • Golongan Ia: Rp 1.748.096 – Rp 1.962.128
  • Golongan Ib: Rp 1.748.096 – Rp 2.077.264
  • Golongan Ic: Rp 1.748.096 – Rp 2.165.184
  • Golongan Id: Rp 1.748.096 – Rp 2.256.688

  • Pensiunan golongan II:

  • Golongan IIa: Rp 1.748.096 – Rp 2.833.824
  • Golongan IIb: Rp 1.748.096 – Rp 2.953.776
  • Golongan IIc: Rp 1.748.096 – Rp 3.078.656
  • Golongan IId: Rp 1.748.096 – Rp 3.208.800

  • Pensiunan golongan III:

  • Golongan IIIa: Rp 1.748.096 – Rp 3.558.576
  • Golongan IIIb: Rp 1.748.096 – Rp 3.709.104
  • Golongan IIIc: Rp 1.748.096 – Rp 3.866.016
  • Golongan IIId: Rp 1.748.096 – Rp 4.029.536

  • Pensiunan golongan IV:

  • Golongan IVa: Rp 1.748.096 – Rp 4.200.000
  • Golongan IVb: Rp 1.748.096 – Rp 4.377.744
  • Golongan IVc: Rp 1.748.096 – Rp 4.562.880
  • Golongan IVd: Rp 1.748.096 – Rp 4.755.856
  • Golongan IVe: Rp 1.748.096 – Rp 4.957.008

Besaran THR yang diterima pensiunan PNS bervariasi tergantung pada golongan terakhir saat menjabat. THR pensiunan PNS ini dapat berubah setiap tahunnya sesuai dengan kebijakan pemerintah dan penyesuaian gaji pokok. THR pensiunan PNS yang diterima termasuk dalam objek pajak penghasilan (PPh) Pasal 21.

Dengan kepastian anggaran yang telah disiapkan, para guru PNS dan PPPK kini tinggal menunggu regulasi resmi pemerintah terkait tanggal pasti pencairan THR 2026. Pemerintah menargetkan dana tersebut dapat disalurkan pada awal Ramadan guna membantu kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *