Tingkat Keterisian KA Putri Deli Mencapai 110% Selama Libur Natal dan Tahun Baru

MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara mencatat peningkatan signifikan dalam tingkat okupansi kereta api selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Salah satu jadwal favorit, KA Putri Deli, mengalami lonjakan keterisian hingga mencapai 110 persen. Hal ini terlihat dari keberangkatan pada pukul 14.00 WIB dari Medan dan 12.35 WIB dari Tanjung Balai yang mampu membawa sebanyak 700 penumpang, meskipun kapasitas kursi hanya 636 tempat duduk.

Peningkatan jumlah penumpang ini disebabkan oleh pergerakan dinamis antarstasiun. Penumpang yang berangkat dari stasiun tertentu bisa menambah kuota di stasiun lainnya, sehingga memperkuat angka keterisian.

Plt Manager Humas Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo menjelaskan bahwa tren ini menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai alat transportasi yang andal dan nyaman, terutama saat musim liburan. Menurutnya, hingga saat ini, sebanyak 58.970 tiket telah terjual, atau sekitar 86 persen dari total kapasitas 68.688 tempat duduk.

“Masyarakat sangat antusias menggunakan layanan KA Putri Deli untuk berwisata maupun berkunjung ke sanak saudara,” ujar Anwar saat memberikan keterangan resmi, Minggu (21/12).

Subsidi PSO Berperan Penting dalam Aksesibilitas

KA Putri Deli juga menjadi contoh nyata dari upaya pemerintah dalam menyediakan aksesibilitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan skema subsidi (PSO), tarif yang ditawarkan sangat terjangkau, yaitu sebesar Rp27.000 per orang. Subsidi ini tidak hanya menjamin mobilitas masyarakat, tetapi juga menjaga standar kenyamanan serta ketepatan waktu perjalanan.

Anwar menekankan bahwa kehadiran KA Putri Deli kini lebih dari sekadar alat transportasi. Kereta ini menjadi urat nadi yang menghubungkan enam wilayah administratif di Sumatera Utara. “Kami melihat kereta api ini sebagai jembatan ekonomi yang menghubungkan pusat kota dengan kabupaten, mulai dari Deli Serdang hingga Asahan, guna menghidupkan geliat UMKM di sepanjang lintasannya,” jelasnya.

Dampak Ekonomi yang Signifikan

Perjalanan sejauh 175 kilometer ini terbukti efektif dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Distribusi orang dan jasa yang lebih cepat serta efisien memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar stasiun pemberhentian. Mereka kini semakin terintegrasi dalam satu ekosistem transportasi yang solid.

Dalam rangka memastikan kelancaran perjalanan, KAI mengimbau masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera merencanakan perjalanan mereka. Saat ini, ketersediaan kursi semakin menipis di puncak musim libur.

Tips Mudah Mendapatkan Tiket

Untuk mempermudah proses pembelian tiket, KAI menyarankan pelanggan menggunakan aplikasi Access by KAI. Prosesnya lebih mudah, bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa perlu mengantri atau datang langsung ke stasiun. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh tiket secara efisien dan hemat waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *