Ringkasan Kecelakaan Lalu Lintas Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Korps Lalu Lintas Polri mencatat sejumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Dari data yang diperoleh, tercatat 3.183 kecelakaan dengan jumlah korban tewas sebanyak 403 orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu pada 2024, di mana terdapat 3.430 kejadian kecelakaan dengan 553 korban meninggal dunia.
Pengurangan jumlah kecelakaan mencapai 7,20 persen, sementara jumlah korban tewas turun sebesar 27,12 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas selama masa liburan.
Rekayasa Lalu Lintas Selama Operasi Lilin 2025
Korlantas Polri telah melakukan berbagai strategi rekayasa lalu lintas untuk mengoptimalkan kelancaran arus lalu lintas selama operasi lilin 2025. Beberapa metode yang digunakan antara lain one way dan contra flow. Menurut Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan aman, tertib, dan terkendali. Strategi ini berhasil menjaga kelancaran arus lalu lintas di ruas-ruas strategis.
Volume Kendaraan yang Keluar dan Masuk Jakarta
Dari data yang dirilis, volume kendaraan yang keluar Jakarta selama periode 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mencapai 2.638.186 kendaraan. Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk Jakarta adalah 2.472.184 kendaraan. Perbandingan dengan periode operasi lilin tahun 2024/2025 menunjukkan kenaikan arus keluar Jakarta, yang mencerminkan meningkatnya pergerakan masyarakat untuk berlibur ke luar wilayah. Arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun, menandakan arus balik dapat dikendalikan secara baik.
Persiapan Menghadapi Puncak Arus Balik
Puncak arus balik libur Nataru 2025/2026 diperkirakan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026. Untuk mempersiapkan hal tersebut, Korlantas Polri bersama pihak terkait seperti Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, dan pejabat lainnya melakukan pemantauan langsung di Command Center Korlantas Polri Km 29 Tol Jakarta–Cikampek.
Agus menyatakan bahwa kondisi arus lalu lintas saat ini masih terkendali. Namun, jajaran telah menyiapkan berbagai skenario pengendalian untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus balik. Strategi alih arus, termasuk kemungkinan contraflow serta pengendalian di rest area, sudah disiapkan.
Potensi Kepadatan dan Pengendalian
Menurut Agus, potensi kepadatan diperkirakan terjadi pada pertemuan arus kendaraan dari Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera, khususnya di sekitar KM 66 Tol Jakarta–Cikampek. Untuk mengatasi hal ini, seluruh jajaran disiagakan untuk menjaga kelancaran arus balik.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyampaikan bahwa hingga Sabtu pukul 14.00 WIB, sekitar 2,7 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta atau setara 93 persen dari total proyeksi. Dari sisi arus balik, kendaraan yang sudah kembali masuk ke Jakarta mencapai sekitar 2,5 juta. Masih terdapat selisih sekitar 190 ribu kendaraan yang diperkirakan akan menjadi puncak arus balik pada tanggal 4 Januari.
Penyebaran Arus Balik
Dari kendaraan yang kembali ke Jakarta, sebanyak 53 persen berasal dari arah Jawa Barat melalui Tol Cipularang, sementara 47 persen lainnya dari Trans Jawa. Kondisi ini menunjukkan potensi peningkatan arus balik dari Trans Jawa pada Minggu. Jika terjadi kepadatan, contraflow dari KM 70 sampai KM 47 sudah disiapkan sebagai langkah antisipasi.
Harapan untuk Keamanan dan Kelancaran
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Nataru. Ia berharap hingga puncak arus balik, perjalanan masyarakat tetap berlangsung aman dan lancar. Dudy mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memperhatikan informasi lalu lintas dan cuaca agar perjalanan kembali ke rumah berjalan dengan selamat.








