Kehidupan Mayor (Purn) Erik Supratman yang Menyentuh Hati

Mayor (Purn) Erik Supratman, seorang pensiunan TNI yang pernah menjadi ajudan Dedi Mulyadi, kini tinggal di Panti Wreda Griya Lansia Garut. Nasibnya yang menyedihkan membuat banyak orang terharu dan menarik perhatian publik, termasuk dari Gubernur Jawa Barat.

Pengalaman Masa Lalu sebagai Ajudan Dedi Mulyadi

Erik mengungkapkan bahwa ia pernah bertugas sebagai ajudan Dedi Mulyadi saat menjabat Bupati Purwakarta selama dua periode. Namun, setelah mengalami stroke, ia tidak lagi bisa menjalankan tugas tersebut. Kini, ia harus hidup di panti lansia karena ditinggalkan oleh keluarga, termasuk istri dan adiknya.

Kisah pilu ini viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Instagram @imas_aan_ubudiah. Dalam unggahan tersebut, disampaikan bahwa Erik ditinggalkan oleh istrinya setelah mengalami stroke dan pensiun. Adiknya, yang merupakan satu-satunya keluarga yang masih ada, belum menikah dan masih bekerja, sehingga Erik terpaksa tinggal di panti lansia.

Masalah Kesehatan dan Kehidupan yang Sulit

Selain mengalami gangguan kesehatan, Erik juga menghadapi kesulitan dalam kehidupannya sehari-hari. Ia mengungkapkan bahwa uang pensiun yang seharusnya menjadi haknya kini dikuasai oleh pihak lain. Hal ini memicu rasa prihatin dari masyarakat dan memperkuat permintaannya untuk bantuan.

Dalam wawancara melalui telepon, Dedi Mulyadi memastikan identitas Erik. Saat berbicara, Erik tampak kesulitan mengingat hal-hal penting, bahkan sampai lupa nama sang istri. Bagian paling menyentuh adalah ketika ia mengungkapkan bahwa dirinya telah ditelantarkan. “Pulang bawa mobil perginya enggak bisa jalan dibawa ke dokter ternyata dibuang di jalan,” katanya lirih.

Ia juga menyebutkan bahwa dana pensiun yang seharusnya menjadi haknya setiap bulan justru dikuasai oleh pihak lain. “Uang pensiunan sama istri diambil,” ucapnya.

Ketidakjelasan Identitas dan Riwayat Pekerjaan

Identitas Erik dinilai tidak konsisten, bahkan ia tidak memiliki KTP sehingga data tentangnya disebut tidak jelas. Saat dimintai keterangan soal jati dirinya, ia menyebutkan nama yang berbeda-beda. Pada awalnya ia diperkenalkan sebagai Mayor Erik Supratman, namun di kesempatan lain justru mengaku terakhir berpangkat Kapten.

“Pangkat Bapak terakhir apa?” tanya Dedi Mulyadi.

“Kapten,” jawab Erik.

Ketidakselarasan informasi juga muncul saat ia ditanya mengenai lokasi dinas, kesatuan, serta riwayat penugasannya. Ia mengaku pernah berdinas di sejumlah daerah, mulai dari Bandung hingga Lampung, namun keterangannya tidak disertai penjelasan yang pasti.

Simpati dari Publik dan Pelajaran Berharga

Cerita menyedihkan yang dialami Erik pun mengundang simpati warganet. Banyak netizen yang turut menyampaikan doa dan dukungan untuknya. Akun @imas_aan_ubudiah juga menyampaikan bahwa kisah hidup mantan ajudan Dedi Mulyadi ini menyimpan banyak pelajaran berharga.

“Banyak sekali pelajaran yg bisa di petik dari beberapa lansia yang saya tengok dengan kondisi lebih parah dari pak Eric di griya lansia Garut, baik lansia laki-laki, maupun perempuan, dan kebayakan kalau laki-laki masa lalunya punya istri lebih dari 4 tapi berujung merana di hari tuanya, tentunya kisahnya jadi muhasabah buat kita semua yang masih Allah beri kesempatan sehat dan keluarga yang tulus sayang sama kita,” pungkasnya.

Kisah Erik mengajarkan pentingnya perhatian dan kasih sayang dari keluarga, terutama bagi para lansia yang membutuhkan dukungan dan perlindungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *