Kolaka Utara Berupaya Jadi Eksportir Kakao Unggulan

Di tengah tantangan yang dihadapi industri kakao nasional, Kabupaten Kolaka Utara di Sulawesi Tenggara menunjukkan arah yang berbeda. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, daerah ini tidak hanya bertahan, tetapi juga bersiap menjadi eksportir kakao unggulan Indonesia.

Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, menyampaikan optimisme tersebut saat menghadiri peluncuran program Cacao Care yang digagas oleh Syngenta Indonesia. Ia menyatakan bahwa sejak revitalisasi kakao digencarkan, hasilnya mulai terlihat. Harga kakao meningkat, kualitas membaik, dan petani mulai merasakan manfaatnya. Ke depan, Kolaka Utara diharapkan bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga menjadi daerah eksportir kakao.

Program Cacao Care hadir sebagai upaya konkret untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri kakao. Program ini melibatkan 500 siswa dan 150 petani, dengan fokus pada dua aspek utama: regenerasi petani dan adopsi teknologi modern. Hari pertama diisi dengan edukasi teknik sambung pucuk kepada pelajar, memperkenalkan metode peremajaan tanaman yang efisien. Hari kedua berfokus pada praktik pertanian berkelanjutan, pengendalian hama terpadu, serta pelatihan penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar Syngenta.

Eryanto, Presiden Direktur Syngenta Indonesia, menjelaskan bahwa strategi Petani MAJU ingin membuat petani kakao Indonesia lebih produktif dan berkelanjutan, serta mampu bersaing secara global. Program ini juga memberikan bantuan bibit unggul, layanan kesehatan gratis, dan peluncuran Buku Pintar Kakao sebagai panduan praktis bagi petani lokal.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menunjukkan keseriusannya dengan menandatangani kerja sama strategis bersama Syngenta. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti pentingnya replanting kakao untuk menggandakan produksi domestik yang baru mencukupi 45 persen kebutuhan nasional. Sementara itu, Kementerian Pertanian mendorong regenerasi petani milenial melalui program YESS dan akselerasi Standar Nasional Indonesia (SNI) benih kakao.

Bupati Kolaka Utara menyambut baik semua inisiatif tersebut dan menegaskan posisi daerahnya sebagai pionir. Menurutnya, Kolaka Utara siap menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan swasta bisa menyelamatkan masa depan komoditas unggulan. Kakao adalah tulang punggung ekonomi desa yang tidak boleh ditinggalkan.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan regenerasi, Kolaka Utara membuktikan bahwa masa depan kakao Indonesia bisa tetap gemilang—dimulai dari desa-desa yang tak pernah lelah menjaga akar pertanian bangsa. Dalam upaya membangun sistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan, daerah ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan positif bisa terjadi jika semua pihak bekerja sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *