Peran Danantara dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menekankan pentingnya peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai mitra kerja yang saling mendukung dengan sektor swasta. Ia menilai bahwa BUMN yang berada di bawah naungan Danantara memiliki tanggung jawab untuk memperluas ruang usaha nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi secara konsisten.
“Jangan sampai kemudian kehadiran Danantara dianggap sebagai kompetitor bagi swasta. Yang ada itu harusnya Danantara bisa bekerja sama dalam sebuah public private partnership,” ujarnya dalam forum Round Table Discussion (RTD) bertajuk ‘Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN: Jawa Timur Dapat Apa?’ di Surabaya.
Misbakhun menjelaskan bahwa fungsi Danantara seharusnya turut serta mendorong aktivitas perekonomian yang dilakukan oleh sektor privat. Ada beberapa penugasan negara yang dapat menjadi stimulan bagi kehadiran swasta lainnya dalam menjalankan proyek-proyek tertentu.
“Sehingga Danantara tumbuh, swasta tumbuh, dan negara bisa memanfaatkan dari penerimaan pajaknya,” tambahnya.
Fungsi Danantara dalam Menjalankan Public Service Obligation (PSO)
Selain itu, Misbakhun menyebut bahwa Danantara juga memiliki peran strategis dalam menjalankan public service obligation (PSO). Tugas tersebut antara lain memastikan penyaluran subsidi yang dapat dioperasionalkan berjalan secara efektif dan efisien.
“Masyarakat harus diberikan pengetahuan, dibangun pemahamannya bahwa Danantara selama ini melakukan upaya-upaya yang strategis, menjaga kehadiran negara untuk bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia memberikan contoh, seperti fungsi Danantara dalam penyaluran subsidi energi kepada masyarakat kurang mampu dan subsidi pupuk kepada petani. Hal ini menjadi dasar untuk meningkatkan produktivitas rakyat banyak.
“Bagaimana gas melon diberikan harga yang keekonomian. Bagaimana pupuk bersubsidi bisa hadir di tengah-tengah petani, sehingga produk pertanian kita menjadi lebih produktif. Semua ini sebagian dijalankan oleh Danantara dalam rangka menjalankan kehadiran negara itu di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.
Peran Danantara dalam Pengembangan Proyek Strategis
Sebagai superholding yang memayungi seluruh BUMN, Danantara juga bertugas untuk mendukung pengembangan proyek strategis yang berkaitan dengan sektor industri dalam negeri. Di antaranya adalah pengembangan proyek waste to energy (WTE) dan industri petrokimia yang direncanakan untuk dikelola Danantara di Jawa Timur.
“Itu akan dihadirkan untuk bisa menghasilkan produk-produk kimia yang lebih rasional di Indonesia, dan menghindari kita tergantung kepada produk asing, impor-impor dan sebagainya. Itu salah satunya yang dijalankan oleh Danantara, menjalankan peran yang memadai sesuai yang ditugaskan dan dimandatkan oleh undang-undang,” jelasnya.
Upaya Mengurangi Risiko Korupsi dalam Operasional Danantara
Mengenai kekhawatiran publik tentang potensi tindak pidana korupsi (tipikor) dalam berbagai aktivitas bisnis yang dijalankan, Misbakhun menegaskan bahwa tata kelola Danantara harus menjunjung transparansi dan profesionalitas. Selain itu, penerapan judgment rule dapat mengurangi indikasi tipikor di dalam tubuh Danantara dan perusahaan BUMN.
“Tentunya perbaikan tata kelola dan sebagainya itu sebagai upaya bersama untuk bagaimana jangan sampai kemudian para pengelola BUMN ini terjebak kepada jeratan korupsi, juga ada pengawasan BPK, BPKP, dan pengawasan politik di DPR, dan itu kita jalankan simultan,” pungkasnya.








