Pihak Insanul Fahmi Menyampaikan Penjelasan Terkait Persoalan Rumah Tangga
Pihak dari Insanul Fahmi menyampaikan penjelasan terkait kasus yang sedang berlangsung, termasuk permasalahan rumah tangganya dengan Wardatina Mawa. Dalam pernyataannya, kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, menunjukkan rasa prihatin terhadap tindakan kepolisian yang turut campur dalam masalah keluarga.
Tommy mengatakan bahwa status laporan perzinaan yang diajukan oleh Mawa terhadap Insan dan Inara telah naik ke tahap penyidikan. Hal ini membuat pihak Insanul Fahmi merasa kecewa. Ia juga menyindir sikap Mawa yang terus mempertahankan niat untuk menjebloskan Insan ke penjara.
Menurut Tommy, konflik rumah tangga antara Insan dan Mawa seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan, bukan melalui proses hukum pidana. Ia menegaskan bahwa ancaman hukuman dalam kasus ini tidak terlalu berat, yaitu di bawah satu tahun.
- “Wah gimana ya, yang kasihan itu kepolisian,” ujar Tommy, dikutip dari YouTube STAR 7 Channel, Selasa (24/2/2026).
- “Ini kan ancaman hukumannya sudah jelas di bawah satu tahun ya, sembilan bulan ngurusin tapi ngurusin rumah tangga,” sindir Tommy.
- “Ini ngurusin biar sampai dipaksa-paksa orang ini jadi tersangka. Kan enggak bisa gitu ya,” selorohnya.
Tommy menilai pentingnya adanya pertemuan ketiga pihak, yaitu Mawa, Insan, dan Inara. Ia berharap mereka bisa duduk bersama dan menyelesaikan masalah dengan baik.
- “Kuncinya ada di pertemuan ketiganya ini. Kalau memang harus memilih dia juga harus gentleman memilih,” pinta Tommy pada Insan.
- “Kalau memang tidak mau untuk berpoligami ya harus putuskan,” tegasnya.
Selain itu, Tommy juga meminta ketiganya membicarakan kemungkinan perceraian.
- “Kalau tidak mau dua-duanya, misalnya, ya omongin baik-baik.”
- “Jadi, apa pun putusannya, itu menjadi poin penting bagi mereka bertiga kalau memang harus ada yang dipilih. Apa pun itu,” tutup Tommy.
Polisi Diimbau Menggunakan Pendekatan Restorative Justice
Di momen tersebut, Tommy juga menilai seharusnya polisi bertindak sebagai mediator antara Mawa dan Insan. Menurutnya, masalah rumah tangga antara ketiga pihak masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
- “Pihak kepolisian jangan dijadikan sebagai alat buat menghukum seseorang, sementara mereka berdua masih ada terikat hubungan suami istri,” ujar Tommy.
Tommy menjelaskan bahwa kasus perzinaan dan perselingkuhan yang disangkakan kepada Insan dan Inara memiliki hukuman yang relatif ringan.
- “Karena enggak mungkin ini. Apa pun yang dilihat di pidananya ataupun ancaman hukumannya di bawah satu tahun, sebisa mungkin yang kecil dihabiskan, yang besar dikecilkan.”
- “Artinya apa? Proses hukum yang alangkah lebih baiknya dilakukan yang terbaik adalah restorative justice antara kedua belah pihak,” tegas Tommy.
Ia berharap polisi hanya menjadi pengayom dalam kemelut rumah tangga Insan dan Mawa.
- “Biarkan mereka berdua selesaikan sendiri. Pihak kepolisian menjadi pengayom dan membuat humanis terhadap proses hukumnya,” tukas Tommy.
Tommy juga meminta kepolisian memaksa Mawa untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
- “Nah, enggak bisa mereka berdua selesaikan? Paksa untuk selesaikan baik-baik. Bagaimana kan mereka sudah tujuh tahun, sudah punya anak. Harus lakukan itu,” pintanya.
Mawa Ingin Cerai dan Tidak Ingin Rujuk
Di sisi lain, Wardatina Mawa membeberkan rencananya untuk mengajukan gugatan cerai terhadap sang suami, Insanul Fahmi, dalam waktu dekat. Ia akan mengurus berkas perceraiannya setelah pulang dari Jakarta menuju Medan, Sumatera Utara.
- “Ya nanti kayaknya saya setelah pulang dari sini saya mau ke Medan, itu saya bakalan urus perceraian,” kata Wardatina di Polda Metro Jaya, Jumat (20/2/2026).
Wardatina juga memastikan bahwa gugatan cerai akan diajukan dalam waktu dekat, namun tidak dilakukan dalam waktu sekarang karena mempertimbangkan momentum bulan Ramadan.
- “Dalam waktu dekat. Setelah Lebaran,” ujarnya singkat.
Disinggung soal kemungkinan perdamaian di bulan Ramadan dengan Inara, Wardatina memiliki jawaban sendiri.
- “Kalau saat ini, oke, ini mungkin di bulan puasa ini namanya kita kan harus saling memaafkan ya. Tapi balik lagi tergantung dianya kayak gimana dan saya berusaha berusaha memaafkan karena sangat sulit untuk melupakan peristiwa kejadian yang sudah mereka lakukan,” tuturnya.
Teguh Tidak Ingin Rujuk
Wanita yang akrab disapa Mawa ini menegaskan tidak akan rujuk dengan Insanul, walaupun sang suami sudah menyesali semua perbuatannya.
- “Enggak, engga mau (balikan) lagi,” tegasnya.
Mawa tak menampik sudah melakukan mediasi dengan Insanul. Namun, hasilnya bukan untuk bersatu kembali melainkan keputusan untuk berpisah.
- “Dari awal tekad aku udah bulat, mau akhiri semuanya,” ucapnya.
Meski berat, Wardatina Mawa tak mau menelan hal pahit lagi jika rujuk dengan Insanul Fahmi. Ia berusaha kuat mengambil keputusan untuk bercerai dari sang suami.
- “Aku berusaha kuat, kan ada Allah yang jagain,” ujar Wardatina Mawa.









