Memahami Jenis Kebijakan Moneter dalam Mata Pelajaran Ekonomi
Aktivitas 3.14 yang terdapat dalam buku ekonomi kelas 11 SMA/MA halaman 127 dan 128 merupakan bagian dari Bab 3 yang membahas tentang uang, inflasi, dan kebijakan moneter. Materi ini bertujuan untuk membantu siswa memahami perbedaan antara dua jenis kebijakan moneter utama, yaitu kebijakan moneter ekspansif dan kontraktif.
Kebijakan moneter adalah salah satu komponen penting dalam kebijakan ekonomi makro. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan ekonomi dengan pertumbuhan yang berkelanjutan. Di setiap negara, kebijakan moneter diatur oleh otoritas moneter, seperti bank sentral. Di Indonesia, bank sentral tersebut adalah Bank Indonesia.
Berikut ini penjelasan mengenai kedua jenis kebijakan moneter:
Kebijakan Moneter Ekspansif
Kebijakan moneter ekspansif dikenal juga sebagai kebijakan uang longgar. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menambah jumlah uang yang beredar. Beberapa cara yang digunakan dalam penerapan kebijakan ini meliputi:
- Menurunkan tingkat suku bunga.
- Membeli surat berharga pemerintah.
- Menurunkan cadangan wajib minimum.
- Memberlakukan kebijakan kredit yang lebih longgar.
Kebijakan ini biasanya diterapkan ketika perekonomian sedang mengalami penurunan atau resesi. Contohnya, saat PDB Indonesia turun sebesar 2,07 persen pada tahun 2020 akibat pandemi, kebijakan moneter ekspansif diperlukan untuk mengembalikan kegiatan ekonomi.
Kebijakan Moneter Kontraktif
Kebijakan moneter kontraktif sering disebut sebagai kebijakan uang ketat. Kebijakan ini diterapkan ketika inflasi tinggi atau kondisi perekonomian stabil tetapi mulai mengalami peningkatan harga. Cara-cara yang digunakan dalam kebijakan ini meliputi:
- Menaikkan tingkat suku bunga.
- Menjual surat berharga pemerintah.
- Menaikkan cadangan wajib minimum.
- Memberlakukan kebijakan kredit yang lebih ketat.
Kebijakan ini umumnya digunakan untuk mencegah inflasi yang berlebihan. Misalnya, ketika Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) naik sebesar 3 persen dalam 6 bulan terakhir, maka kebijakan moneter kontraktif menjadi pilihan yang tepat.
Bujukan Moral
Selain dua jenis kebijakan utama tersebut, ada juga istilah “bujukan moral” dalam kebijakan moneter. Bujukan moral adalah himbauan dari bank sentral kepada bank umum agar melakukan tindakan tertentu. Contohnya, jika Bank Indonesia menghimbau masyarakat untuk menabung di bank, hal ini termasuk dalam bujukan moral.
Aktivitas 3.14: Membedakan Jenis Kebijakan Moneter
Dalam aktivitas ini, siswa diminta untuk memilih kebijakan moneter yang sesuai dengan situasi yang diberikan. Berikut beberapa contoh pernyataan dan jawaban yang bisa digunakan sebagai panduan:
Pernyataan: Semenjak pandemi, PDB Indonesia turun sebesar 2,07 persen pada tahun 2020.
Jenis Kebijakan Moneter: Ekspansif
Penjelasan: Menurunnya PDB harus diatasi dengan kebijakan moneter ekspansif sehingga kegiatan ekonomi bisa pulih kembali.Pernyataan: Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) mengalami kenaikan sebesar 3 persen dalam 6 bulan terakhir.
Jenis Kebijakan Moneter: Kontraktif
Penjelasan: Kenaikan indeks harga konsumen menunjukkan adanya kenaikan inflasi. Naiknya inflasi bisa diatasi dengan menerapkan kebijakan moneter kontraktif.Pernyataan: Bank sentral menghimbau agar masyarakat menabung di bank.
Jenis Kebijakan Moneter: Bujukan Moral
Penjelasan: Adanya himbauan dari Bank sentral termasuk dalam bujukan moral.
Pernyataan: Tingkat pengangguran sangat tinggi dan harga barang terus mengalami kenaikan.
Jenis Kebijakan Moneter: Kontraktif
Penjelasan: Kondisi harga yang terus mengalami kenaikan mencerminkan terjadinya inflasi. Inflasi bisa diatasi dengan menerapkan kebijakan moneter kontraktif.Pernyataan: Jumlah peredaran uang di masyarakat mengalami kenaikan sehingga harga barang secara umum mengalami kenaikan.
Jenis Kebijakan Moneter: Kontraktif
Penjelasan: Kenaikan harga barang menunjukkan adanya inflasi. Inflasi bisa diatasi dengan menerapkan kebijakan moneter kontraktif.









