KABUPATEN CIREBON, WARTAJAYAVISION.COM — Masyarakat Desa Kemlaka Gede, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tengah menyoroti kepemimpinan Kuwu (Kepala Desa) Rusli, menyusul dugaan penyelewengan dana desa serta ketidakhadirannya yang kerap di kantor desa.
Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Kuwu Rusli yang dinilai tidak transparan dan jarang hadir untuk melayani masyarakat. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya pembangunan yang dirasakan warga dalam beberapa tahun terakhir.
“Sudah lama tidak ada pembangunan yang terasa bagi warga. Kami bertanya-tanya, sebenarnya dana desa digunakan untuk apa?” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya itu, isu lain juga beredar luas di tengah masyarakat. Beberapa warga mencurigai Kuwu Rusli kerap menghabiskan waktu di tempat hiburan malam, menimbulkan pertanyaan tentang sumber dana yang digunakan.
“Kalau sering ke tempat hiburan malam, itu uang dari mana? Apa mungkin dari dana desa? Kami sebagai warga berhak tahu,” tambah warga lainnya.
Menurutnya Pihak Kecamatan Tengahtani disebut telah mengetahui informasi tersebut. Namun, hingga kini belum ada tindakan tegas yang diambil. Masyarakat menilai seharusnya Camat sebagai pembina wilayah bertindak proaktif.
“Camat seharusnya menggandeng Inspektorat dan Kejaksaan untuk melakukan klarifikasi. Jika ada indikasi penyalahgunaan dana desa, harus diproses sesuai hukum,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kuwu Rusli belum memberikan pernyataan resmi. Masyarakat berharap pemerintah desa segera memberikan klarifikasi terbuka agar isu tidak berkembang menjadi fitnah yang merusak kepercayaan publik.







