Di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, selama tiga hari sejak tiba pada Selasa (25/11/2025), saya belum juga menemukan makanan khas Sumba.

“Di sini terkenal dengan sei, tapi sei babi,” ujar Hendra, pengemudi yang mengantar-jemput rekan media selama berada di Sumba, pada Kamis (27/11/2025).

Saya dan beberapa rekan media tersenyum kecut. Pasalnya, beberapa dari kami tidak mengonsumsi makanan non-halal, sementara kami masih penasaran dengan makanan khas Sumba.

Cara Bikin Luwa Hakla, Makanan Khas Sumba Barat Berbahan Singkong

Kacang Mete Khas Sumba, Produk dari Petani Lokal

Hingga mobil yang kami tumpangi menepi ke Kampung Raja Prailiu, harapan kemudian muncul. Di bawah pendopo kayu, salah satu pengrajin tenun di sana menyuguhkan kami kudapan berbungkus daun pisang.

“Ini namanya manggulu,” kata Mama Renol, salah satu pengrajin tenun di Kampung Raja Prailiu kepada Wartajayavision.com, Kamis (27/11/2025).

Sirih yang ia kunyah tampak sempurna menjadi gincu alami, dan sembari menyodorkan beberapa potong Manggulu, Mama Renol antusias bercerita.

Katanya, manggulu merupakan salah satu kudapan khas Sumba. Biasanya, manggulu disuguhkan kepada tamu, atau bisa pula dijadikan sebagai oleh-oleh.

Manggulu, kata Mama Renol, terbuat dari campuran pisang sale dan kacang. Seperti apa rasanya?

Mencicipi manggulu, kudapan khas Sumba

Sekilas, bentuknya serupa dodol, ukurannya sebesar ibu jari, tetapi agak sedikit gendut. Di balik balutan daun pisang kering, tersimpan manggulu berwarna hitam kecoklatan, dengan bercak cokelat.

Teksturnya sedikit lengket, konsistensinya cukup kenyal dan padat, tetapi tetap mudah digigit. Kala gigitan pertama menghampiri lidah, manggulu terasa manis dengan sentuhan akhir sedikit asam.

13 Oleh-oleh Khas NTT, Ada Camilan, Kopi, hingga Jagung Titi

5 Fakta Menarik Sei NTT, Mulanya Bukan Dibuat dari Daging Sapi

Kata Mama Renol, rasa manis pada manggulu diperoleh dari 100 persen pisang sale, tidak diberi pemanis buatan seperti gula.

Meskipun ukurannya mungil, sepotong manggulu ini agaknya bisa mengganjal perut, karena isiannya yang padat.

Kata Mama Renol, manggulu umumnya bisa ditemui di toko oleh-oleh, untuk dibawa sebagai buah tangan dari Sumba.

Keunikan dan Budaya di Balik Manggulu

Manggulu bukan hanya sekadar camilan, melainkan bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Sumba. Proses pembuatannya pun dilakukan secara tradisional, dengan bahan-bahan alami yang sudah dipilih dengan hati-hati.

Beberapa hal yang membuat manggulu unik adalah:

  • Bahan Baku Alami

    Manggulu terbuat dari pisang sale yang telah dikeringkan dan dicampur dengan kacang tanah. Tidak ada bahan tambahan seperti gula pasir atau pemanis buatan.

  • Proses Pengolahan Tradisional

    Pisang sale dan kacang tanah dihancurkan lalu dicampur dengan air dan garam. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam daun pisang dan direbus hingga mengeras.

  • Rasa yang Unik

    Tekstur yang kenyal dan rasa yang manis dengan sedikit asam membuat manggulu sangat istimewa. Rasanya memang mirip dodol, tetapi lebih padat dan memiliki aroma yang khas.

  • Dijadikan Oleh-Oleh

    Manggulu sering kali dibawa sebagai oleh-oleh dari Sumba, baik oleh warga setempat maupun para wisatawan yang berkunjung.

Tips Mengonsumsi Manggulu

Jika Anda ingin mencoba manggulu, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:

  • Pilih Kualitas Terbaik

    Pastikan manggulu yang Anda beli terbuat dari bahan-bahan segar dan tidak mengandung bahan kimia.

  • Konsumsi Secara Cukup

    Meskipun manggulu bisa mengganjal perut, sebaiknya konsumsi secukupnya agar tidak terlalu kenyang.

  • Tawarkan Kepada Tamu

    Manggulu sangat cocok disajikan kepada tamu, terutama jika mereka tertarik dengan makanan khas daerah.

Penutup

Manggulu adalah salah satu makanan khas Sumba yang patut dicoba. Dengan rasa yang unik dan bahan-bahan alami, manggulu membawa pesan budaya dan tradisi yang kuat. Jika Anda berkunjung ke Sumba, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi manggulu dan mengenal lebih dekat kekayaan kuliner daerah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *