BREBES, WARTAJAYAVISION.COM -Penjualan gas elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Brebes mengalami penurunan drastis selama musim hujan, khususnya pada bulan Desember ini. Hal ini diungkapkan oleh Wandi, salah satu pengusaha gas asal Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba.
Wandi yang juga sehari-hari berdagang baju dan kain di Pasar Banjaratma mengatakan bahwa bisnis gas elpiji yang ia jalani sebagai usaha sampingan kini menghadapi tantangan besar.
“Biasanya saya menjual 400 hingga 700 tabung dalam seminggu. Tapi di bulan Desember ini penjualan turun, bahkan sulit menjual gas,” ungkapnya kepada tim Warta Jaya Vision.
Menurut Wandi, salah satu faktor utama penurunan penjualan gas adalah berkurangnya aktivitas usaha makanan yang juga terdampak oleh musim hujan.

“Banyak pengusaha makanan kesulitan menjual produknya. Akibatnya, permintaan gas juga ikut menurun,” jelasnya.
Sebagai distributor kecil, Wandi membeli gas dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dengan harga Rp 15.200 per tabung dan menjualnya di kisaran harga Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per tabung. Namun, khusus di musim hujan ini, ia hanya mampu menjual dengan harga Rp 17.000 per tabung.
Investasi awal untuk menjalankan bisnis ini juga tergolong besar. “Saya harus membayar dulu ke SPBE selama seminggu ke depan, sekitar Rp 50 juta, sementara keuntungan yang didapat sangat kecil di musim hujan seperti ini,” keluhnya.
Meski menghadapi tantangan, Wandi tetap optimis bisnisnya akan kembali pulih setelah musim hujan berakhir. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan kepada pengusaha kecil agar usaha mereka tetap bertahan di tengah kondisi sulit.








