INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Oknum pejabat di Pemerintah Kabupaten Indramayu diduga memenangkan tender proyek dengan penawaran tertinggi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (Askindo), Edi Supriyadi, dalam wawancara di kediamannya pada Jumat (28/6/2024).

“Saya sangat kecewa karena proyek-proyek di Indramayu dimenangkan oleh penawaran tertinggi, sedangkan penawaran terendah tidak diklarifikasi terlebih dahulu. Menurut aturan, seharusnya penawaran terendah diklarifikasi dahulu sebelum pengumuman pemenang. Ini tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR RI nomor 14 tahun 2020 yang mengacu pada penawaran terendah yang sudah diklarifikasi sebagai pemenang,” ujar Edi Geral, sapaan akrabnya.

Edi Geral juga menambahkan bahwa ada banyak kecurangan yang ditemukan, di mana paket-paket penawaran hanya diikuti oleh peserta yang itu-itu saja, sementara yang lain tidak berani ikut karena kemungkinan tidak lolos. “Saya menduga ada permainan dari pejabat tinggi di Indramayu,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Indramayu, Ir. Aep Surahman, saat dikonfirmasi pada Kamis (27/6/2024) terkait pemenang tender dengan penawaran tertinggi, menjelaskan, “Saat ini, pemenang tender ditentukan melalui sistem online. Jadi, jika ingin menjadi kontraktor yang baik, pastikan penawarannya benar karena sistem digital tidak bisa diubah di LKPP, berbeda dengan sistem manual. LKPP adalah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa yang memonitor seluruh proses pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

Aep Surahman melanjutkan bahwa penilaian harga dilakukan setelah administrasi dan teknis pekerjaan. “Penilaian harga itu dilakukan setelah administrasi dan teknis pekerjaan. Misalnya, jika Anda membeli motor China dan motor Jerman, kualitas dan harga motor Jerman lebih tinggi karena spesifikasinya lebih baik. Jadi, penawaran tertinggi bisa menang jika sesuai dengan spek,” terangnya.

Ketika awak media menanyakan hal ini kepada Pokja di kantor LPSE Indramayu, Nono mengatakan, “Nanti besok saja, saya tidak berani menjawab sekarang karena harus dimusyawarahkan dulu dengan pimpinan,” ucapnya sambil tergesa-gesa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *