Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Simalungun Minta Pelaku Usaha Jaga Kualitas Selama Musim Libur
Dian Pratiwi, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha dan operator wisata di kawasan Danau Toba harus menjalankan bisnisnya secara sehat selama musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia meminta agar tidak ada pemasangan tarif yang terlalu tinggi kepada wisatawan yang berkunjung.
Pernyataan ini disampaikan oleh Dian dalam rangka upaya promotif dan mitigasi terhadap ekosistem pariwisata Destinasi Super Prioritas Danau Toba di Simalungun. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah memberikan imbauan kepada para pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan.
“Kami sudah mengimbau agar harga jangan dinaikkan. Jangan sampai ada kenaikan tarif hingga 100 persen. Jangan ada harga yang tidak wajar diberikan kepada wisatawan,” ujar Dian Pratiwi.
Selain itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun juga meminta kepada operator objek wisata untuk menjaga kebersihan dan limbah kuliner yang mereka tawarkan kepada pengunjung. Hal ini berlaku untuk hotel, restoran, maupun pelaku usaha UMKM dan lainnya.
Tidak hanya itu, Dinas Pariwisata juga meminta para pelaku jasa wahana untuk memperhatikan keamanannya. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kecelakaan baik yang tidak disengaja maupun hal-hal teknis.
“Kami sudah menyampaikan sisi kebersihan. Selanjutnya, kepada pelaku usaha wisata yang menyediakan wahana permainan atau sejenisnya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. Harus zero accident,” kata Dian seraya meminta semua pihak untuk menjaga nama baik pariwisata Kabupaten Simalungun.
Penurunan Kunjungan Wisatawan Akibat Bencana Alam
Dian menyebutkan bahwa selama momen Nataru kali ini, fenomena kunjungan wisatawan ke Simalungun, khususnya Kota Wisata Parapat, mengalami penurunan drastis. Hal ini merupakan dampak dari musibah banjir bandang yang terjadi di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.
Menurut Dian, kondisi lesunya sektor wisata di Danau Toba juga terjadi di kabupaten-kabupaten sekitarnya seperti Toba dan Samosir. Selain itu, adanya imbauan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melarang pesta kembang api turut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, wisatawan menurun drastis bahkan hampir di semua wilayah Danau Toba. Kita bisa lihat dari penyeberangan kapal saja, tripnya nggak sebanyak periode yang sama tahun lalu,” kata Dian.
Kondisi Penyeberangan di Pelabuhan Ajibata
Darwin Purba, Kepala Pelabuhan Ajibata, menjelaskan bahwa sejak tanggal 20 Desember 2025 hingga hari ini, tidak terjadi peningkatan volume penyeberangan di Pelabuhan Ajibata yang melayani rute menuju Pulau Samosir.
“Yang terjadi sekarang normal. Kita tetap delapan trip per hari sampai dengan jam 10 malam. Nggak ada penambahan karena memang situasinya normal. Bahkan cenderung turun,” kata Darwin, yang membandingkan kondisi Nataru tahun sebelumnya.
Darwin mengungkapkan bahwa berkurangnya volume penyeberangan ke Samosir dan sebaliknya sangat dipengaruhi oleh musibah banjir bandang yang menerjang wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan.
“Ya pasti lah karena banjir bandang itu, kan. Banyak keluarga kita yang tadinya mau pulang kampung atau ada perjalanan terusan ke Danau Toba jadi mengurungkan niat karena bencana,” kata Darwin.









