JAKARTA, Wartajayavision.com,
Gelandang Persita Tangerang, Pablo Ganet, mengekspresikan rasa bangga atas kesempatannya kembali membela Tim Nasional (Timnas) Guinea Khatulistiwa dalam ajang Piala Afrika 2025 yang diselenggarakan di Maroko. Turnamen ini menjadi penampilan keempatnya bersama Nzalang Nacional sepanjang kariernya sebagai pemain internasional. Meski demikian, perjalanan Guinea Khatulistiwa di Piala Afrika 2025 harus berakhir lebih awal setelah gagal mengumpulkan poin dari tiga pertandingan Grup E.
Tim tersebut kalah dari Burkina Faso dengan skor 1-2, kemudian kalah 0-1 saat melawan Sudan, serta kalah 1-3 ketika menghadapi Aljazair. Dalam seluruh pertandingan tersebut, Ganet mendapat kepercayaan untuk tampil di lapangan. Ia turun sejak menit awal selama 82 menit pada laga pembuka kontra Burkina Faso, masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69 saat melawan Sudan, serta tampil penuh dalam laga terakhir menghadapi Aljazair.
“Saya mampu bermain di ketiga pertandingan dan ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk berpartisipasi di Piala Afrika keempat saya,” ujar Ganet dikutip laman resmi Persita Tangerang, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, pengalaman bertanding di level tertinggi Afrika memberikan nilai penting bagi perkembangan kariernya secara personal. “Secara individu, ini adalah pengalaman lain yang membantu saya berkembang dengan mampu berkompetisi di kompetisi tingkat tinggi melawan pemain-pemain hebat,” tambahnya.
Namun, ia juga menyampaikan kekecewaan karena tim tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. “Sebagai salah satu kapten tim, saya sedih karena kami tidak mampu mencapai tujuan yang kami harapkan,” katanya.
Kegagalan lolos dari fase grup menjadi catatan pahit tersendiri bagi Guinea Khatulistiwa. Ganet mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan, bahkan menjadi pertama kalinya tim nasional mereka gagal melangkah ke babak gugur sepanjang keikutsertaan di Piala Afrika.
“Tentu saja, ketiga hasil ini sangat mengecewakan. Ini adalah pertama kalinya dalam semua turnamen Piala Afrika kami tidak berhasil melewati babak penyisihan grup. Karena itulah saya secara pribadi meminta maaf kepada rakyat Guinea Ekuatorial atas kekecewaan ini. Dalam sepak bola, seperti dalam kehidupan, kekalahan dan hasil yang tak terduga terjadi, tetapi kita harus bangkit kembali dan bekerja dengan antusias, menatap masa depan,” paparnya.
Pada Piala Afrika 2025, Ganet juga tercatat sebagai satu-satunya pemain dari kompetisi BRI Super League 2025/26 yang tampil di Maroko. Ia mengaku bangga dapat membawa nama liga Indonesia ke panggung internasional.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, merupakan suatu kehormatan untuk mewakili negara saya di turnamen internasional dan juga sumber kebanggaan untuk membawa nama liga Indonesia ke negara lain. Saya yakin dengan pertumbuhan liga dan tim, semakin banyak pemain yang dapat mewakili tim nasional mereka,” ujar Ganet.
Setelah tugas bersama tim nasional berakhir, Ganet memastikan akan segera kembali ke Tangerang untuk bergabung dengan Persita pada kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Ia siap melanjutkan perjuangan bersama Pendekar Cisadane yang dijadwalkan menjalani empat pertandingan penting sepanjang Januari, salah satunya saat melawan tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan, Minggu (4/1) sore nanti.
“Saya kembali ke Tangerang untuk berlatih beberapa hari ke depan dan siap untuk empat pertandingan di bulan Januari ini. Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk membantu tim mencapai hasil terbaik dan membuat penggemar kami bahagia. Persita Abadi!”








