Pasca Libur Sekolah, Harga Telur dan Sayur di Brebes Turun, Warga hingga Pedagang Sambut Gembira

Brebes, wartajayavision.com – Harga telur, sayur-mayur, dan sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Kabupaten Brebes mengalami penurunan pasca libur sekolah dan berhentinya sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini disambut positif oleh masyarakat maupun pedagang kecil.

Sejumlah aktivis dan warga Brebes memberikan tanggapannya pada Senin (6/7/2026) terkait turunnya harga kebutuhan pokok tersebut.

Aktivis asal Desa Rengaspendawa, Nur Ali Setiawan, menilai penurunan harga telur dan sayuran berkaitan dengan liburnya Program MBG selama masa liburan sekolah yang berlangsung sekitar tiga pekan.

“Harga telur dan sayur turun setelah MBG diliburkan. Ini sejalan dengan libur sekolah selama kurang lebih tiga minggu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Slamet Dhopir. Menurutnya, turunnya harga bahan pangan memberikan keuntungan bagi pedagang makanan kecil.

 “Yang paling senang dengan turunnya harga telur dan sayuran adalah pedagang kecil. Mereka bisa lebih leluasa berjualan, termasuk penjual ponggol di pagi hari,” katanya.

Di media sosial, sejumlah warga juga mengaku bersyukur karena harga bahan pokok mulai turun.

Pemilik akun Leli Kantil menulis:

“Alhamdulillah regane pada mudun. Dadi bisa kulakan, anak putu ya pada madang wareg. Rega-rega mudun, sisane bisa tuku buah.”

Sementara akun D. Fatma Yuliastini mengungkapkan bahwa harga telur memang turun, namun pedagang memperkirakan akan kembali naik pada pertengahan Juli.

 “Alhamdulillah wingi blanja endog regane mudun, tapi jare bakule pertengahan Juli melejit maning, aja kaget.”

Komentar lain datang dari akun Rudi Wibowo yang menilai penurunan harga terjadi setelah Program MBG dihentikan sementara.

“Laka MBG, rega sayur mudun, kabeh pada kuat mangan.”

Sementara itu, Kepala Pasar Brebes, Ali Nurohman, membenarkan adanya penurunan harga sejumlah komoditas pangan selama masa libur sekolah.

Menurutnya, para pedagang juga merasakan dampak turunnya harga telur, sayuran, dan ayam petelur.

“Selama Program MBG libur sekitar tiga minggu, harga sayur-mayur, telur, dan ayam petelur memang turun. Pedagang juga merasakan hal tersebut. Mudah-mudahan ke depan harganya tetap stabil sehingga menguntungkan pedagang maupun masyarakat,” ujarnya.

Turunnya harga kebutuhan pokok ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Brebes.

Penulis: Teguh AW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *