BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – PDAM Tirta Baribis Brebes mengirim lebih dari 100 karyawan untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur pada Desember 2024.
Pelatihan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan perusahaan kepada pelanggan.
Abdul Ghofur, Humas PDAM Tirta Baribis Brebes, menanggapi kritik yang muncul terkait kegiatan tersebut.
“Kejadian ini sudah berlangsung pada bulan Desember 2024. Kami memastikan bahwa pelaksanaan pelatihan tidak mengganggu operasional perusahaan karena ada petugas piket yang tetap bekerja, baik di UPT Kecamatan maupun di kantor pusat Tirta Baribis Brebes,” jelas Abdul pada Selasa (14/1).
Namun, pelatihan tersebut mendapat kritik dari beberapa pihak, termasuk Eko Sindung Prakoso, seorang aktivis dari LSM Garuda Sakti. Ia menyoroti prioritas anggaran yang digunakan untuk kegiatan pelatihan tersebut.
“Sebelum mengirim karyawan ke luar kota untuk pelatihan, PDAM Tirta Baribis seharusnya lebih dulu memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan. Anggaran untuk sewa biro perjalanan, penginapan, dan pelatihan bisa diarahkan untuk mengatasi masalah pelayanan yang dikeluhkan masyarakat,” tegas Eko.
Menurut laporan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karyawan dalam berbagai aspek operasional PDAM, termasuk manajemen, pelayanan pelanggan, dan teknis. Meski demikian, kritik terkait efektivitas pelatihan tersebut mengemuka, mengingat masih banyak pelanggan yang mengeluhkan kualitas layanan PDAM, seperti gangguan pasokan air dan lambatnya respons terhadap keluhan pelanggan.
Ke depan, masyarakat berharap PDAM Tirta Baribis dapat memprioritaskan program yang langsung berdampak pada perbaikan layanan pelanggan. “Kami tidak menolak pelatihan, tapi harus ada hasil nyata yang dirasakan pelanggan. Jangan hanya habiskan anggaran tanpa perubahan signifikan,” tambah Eko.
Pelanggan berharap kegiatan tersebut dapat membawa dampak positif dalam peningkatan layanan yang lebih profesional dan responsif.








