Kota Tangerang Menunjukkan Perkembangan Positif di Sektor Ketenagakerjaan

Kota Tangerang mencatatkan perkembangan positif di sektor ketenagakerjaan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data dari Pemkot Tangerang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diproyeksikan menurun menjadi sekitar 5,89 persen pada 2025, dari 5,92 persen pada tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kota telah efektif dalam memperluas kesempatan kerja.

Salah satu inisiatif utama yang dilakukan adalah Program Gampang Kerja. Program ini mencakup pelatihan berbasis kebutuhan industri, fasilitasi penempatan tenaga kerja, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan vokasi. Dengan demikian, program ini tidak hanya bertujuan untuk menyerap tenaga kerja, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Strategi Ketenagakerjaan yang Terarah dan Berkelanjutan

Pengamat kebijakan publik, Adib Miftahul, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak terlepas dari strategi ketenagakerjaan yang dirancang secara terarah dan berkelanjutan. “Penurunan TPT di Kota Tangerang menunjukkan bahwa kebijakan ketenagakerjaan yang dijalankan bukan bersifat sesaat, melainkan terintegrasi dan konsisten,” ujarnya.

Adib menjelaskan bahwa Pemkot Tangerang tidak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja di sektor formal, tetapi juga mendorong pengembangan sektor informal dan kewirausahaan sebagai bagian dari penciptaan lapangan kerja baru. Hal ini penting karena sektor informal masih menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat.

Langkah Penting dalam Membekali Tenaga Kerja

Menurutnya, beberapa langkah penting telah diambil, seperti pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, penyelenggaraan job fair secara rutin, hingga pelatihan kewirausahaan. “Ini bukan hanya soal menempatkan tenaga kerja, tetapi membekali mereka dengan keterampilan yang relevan,” jelasnya.

Selain itu, posisi strategis Kota Tangerang sebagai kawasan penyangga industri dan jasa memberikan peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tetap bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola potensi melalui kebijakan yang adaptif terhadap dinamika pasar kerja.

Manfaat Layanan Ketenagakerjaan Berbasis Digital

Pemanfaatan layanan ketenagakerjaan berbasis digital juga dinilai turut mempercepat proses pencocokan antara pencari kerja dan perusahaan. Akses informasi lowongan kerja yang lebih transparan dan mudah dijangkau masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam efisiensi proses rekrutmen.

Adib juga mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono yang dinilai konsisten menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai prioritas kebijakan daerah. “Ketenagakerjaan adalah isu strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan stabilitas sosial masyarakat. Penurunan TPT menjadi indikator positif ke arah tersebut,” katanya.

Tantangan Ke Depan dan Kesinambungan Program

Meski demikian, Adib mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan ke depan, terutama di tengah ketidakpastian global dan perubahan struktur ekonomi. Karena itu, kesinambungan serta peningkatan kualitas program ketenagakerjaan perlu terus dijaga. “Menurunnya pengangguran memang penting, tetapi kualitas pekerjaan dan kesiapan tenaga kerja menghadapi tantangan masa depan juga harus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.

Capaian penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka pada 2025 ini dinilai menjadi indikator keberhasilan Pemkot Tangerang dalam pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *