CIREBON, WARTAJAYAVISION.COM – Sejumlah pengendara sepeda motor mengeluhkan ceceran tanah merah yang memenuhi sepanjang jalan menuju Balai Desa Kasugengan Lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Ceceran tanah tersebut diduga berasal dari proyek pengurugan yang tengah berlangsung di lokasi tersebut, pada Selasa (04/02/2025).

Akibat ceceran tanah merah yang berasal dari truk pengangkut, jalan menjadi licin saat hujan dan berdebu saat cuaca panas.

“Sewaktu hujan gerimis, jalanan sudah seperti lumpur. Kalau panas, debunya beterbangan dan sangat mengganggu,” ujar salah satu pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari menuju tempat kerjanya di Pemda, Kamis (06/03/2025).

Pengendara tersebut juga menuturkan, truk pengangkut tanah diduga beroperasi dari pagi hingga sore. Bahkan, ceceran tanah tidak hanya terdapat di jalan desa, tetapi juga mencapai jalan nasional di sekitar wilayah tersebut.

Keluhan serupa disampaikan oleh warga Kasugengan Lor yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurutnya, kondisi jalan sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas.

“Kalau hujan jalanannya licin, kalau panas jadi berdebu. Ini sangat mengganggu dan membahayakan,” ujarnya.

Saat awak media mencoba meminta konfirmasi kepada pihak proyek di lokasi pengurugan, salah satu petugas keamanan (security) hanya memberikan arahan agar langsung mendatangi Mapolsek Depok untuk informasi lebih lanjut.

Pantauan di lokasi, aktivitas truk pengangkut tanah urugan terus berlangsung tanpa henti dari pagi hingga sore. Meskipun ada pekerja yang membersihkan jalan, namun debu dan ceceran tanah tetap menumpuk. Bahkan, truk yang keluar dari lokasi proyek tidak disemprot atau dibersihkan terlebih dahulu sehingga memperparah kondisi jalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi dari pihak yang bertanggung jawab atas proyek pengurugan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *