Indramayu, wartajayavision.com – Kedisiplinan pegawai dalam hal kinerja merupakan tolok ukur atau barometer yang patut dipertimbangkan dengan posisi dan situasi yang ada, namun semestinya disiplin merupakan nilai kinerja yang tinggi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh pemimpin membuat contoh bagi bawahannya pada tolok ukur kinerja, waktu yang terjadwal merupakan penerapan yang sudah diterapkan.

Semisalnya kedatangan pemimpin di tempat kerja pada kegiatan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan, bukan berarti sebagai “tenaga pembantu atau Kemit” harus datang lebih awal dan pulang lebih dulu, bukan berati tidak punya pembantu, patut kita sadari ini merupakan tanda tanda disiplin kerja.

 

Dari hasil monitoring jurnalis melihat kedisiplinan itu patut kita mengapresiasi, pada penerapan kinerja yang sebenarnya, kita melihat dari komentar beberapa nitizen pada catatan Facebook, banyak beragam komentar, ada yang menganggap disiplin kerja dari sisi positif itu perlu dan sebaliknya, diantaranya bermula dari postingan (kutipan Mr.X,).

Dengan menulis, “Alhamdullilah semenjak saya datang ke UPTD SDN 2 Ujunggebang sampai sekarang selalu yang pertama datang ke sekolah, bahkan sebelum guru – guru dan siswa datang, itu prinsip sejak saya menjadi guru sampai sekarang, semoga Istiqomah menjalankannya” tulisnya.

Banyak ragam komentar, diantaranya, #Bapak Kepsek panutan (Arifin Mulyadi), #Sehat slalu y pa (cintaku miliki), # Menginspirasi (Dinar Kaerunnisa), # Alhamdulillah, itu namanya kepala sekolah teladan pa….(Kang Ayid), # Tergantung dina pa wkwkwkwk (Prastya Ika).

Bahkan ada yang lain komentarnya, #Betul malah ky jadi kemit, Buka pintu dll, itulah bedanya kita2 (Endang Sriwahyuni), # Sama bp…. saya juga berusaha selalu terlebih dulu, karena tugasnya menyambut anak anak …(Poni Suswati). tercatat Senin (1/4/24).

Dirinya punya prinsip,”Jangan merasa rendah jika pekerjaan itu membuat perubahan menjadi lebih baik”, ungkapnya.

Tulisan ini semata mata hanya untuk mendapatkan aspirasi dari kepentingan pemangku kebijakan, melainkan tidak ada tendensi apapun, semoga dapat dicermati bagi pelaku peningkatan kinerja, Bravo tingkatkan kinerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *