Kenaikan Harga Cabai Merah di Gayo Lues
Di Kabupaten Gayo Lues, harga cabai merah dilaporkan mengalami kenaikan yang signifikan. Pada Rabu (16/7/2025), harga komoditas bahan kebutuhan pokok ini naik sebesar Rp 7.000 per kilogram dibandingkan dengan harga sebelumnya yang sempat turun drastis.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai pasar di wilayah Gayo Lues, seperti Pajak Terpadu Buntul Tajuk Bustanulsalam Blangkejeren dan Pajak Kutapanjang, harga cabai merah saat ini ditawarkan oleh agen penampungan dengan harga Rp 22.000 per kilogram. Sementara itu, untuk harga eceran, pedagang menjual cabai merah dengan harga Rp 24.000 per kilogram.
Meskipun harga cabai merah meningkat, para pedagang mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan pasokan dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan karena belum memasuki musim panen. Selain itu, sebagian besar petani cabai merah di daerah tersebut melaporkan adanya gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu, khususnya kemarau panjang yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Tidak hanya cabai merah, tetapi cabai madun atau cabai putih juga mengalami kenaikan harga. Sebelumnya, harga cabai madun berada pada kisaran Rp 22.000 per kilogram, namun kini naik menjadi Rp 25.000 per kilogram.
Sri, salah satu pedagang cabai di Pajak Terpadu Buntul Tajuk Blangkejeren, menyampaikan bahwa harga cabai merah di wilayah Gayo Lues saat ini telah naik dari sebelumnya sebesar Rp 15.000 per kilogram menjadi Rp 22.000 per kilogram. Dengan demikian, kenaikan mencapai Rp 7.000 per kilogram.
Di sisi lain, Mawardi, seorang petani di Kutapanjang, menyambut baik kenaikan harga cabai merah dan cabai madun. Ia merasa senang karena harga beli yang diberikan kepada para petani cukup menguntungkan. “Kami petani senang, selain cabai merah mengalami kenaikan harga, cabai madun juga mengalami kenaikan,” ujarnya.
Namun, meskipun harga beli cabai meningkat, Mawardi menyatakan bahwa para petani justru mengalami kerugian karena banyak dari mereka mengalami gagal tanam dan gagal panen. Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah cuaca yang tidak stabil, khususnya kekeringan setelah dilanda kemarau panjang.
Beberapa faktor yang memengaruhi kenaikan harga cabai antara lain:
- Musim panen yang belum tiba – Pasokan cabai masih terbatas karena belum masuk masa panen.
- Gagal panen – Cuaca buruk, terutama kemarau panjang, menyebabkan tanaman cabai tidak berkembang optimal.
- Permintaan tinggi – Kenaikan permintaan masyarakat terhadap cabai menyebabkan tekanan pada harga.
Dengan situasi ini, para petani dan pedagang harus lebih waspada terhadap fluktuasi harga yang bisa terjadi di masa mendatang. Diperlukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan cabai yang stabil dan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat.








