LANGKAT, Wartajayavision.com,
— PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana di Sumatera melalui dukungan logistik dapur umum dan pembangunan instalasi air bersih darurat di kawasan Refinery Unit (RU) Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
General Manager PGN Regional Sumatera, Andi Sangga, menjelaskan bahwa pemenuhan makanan menjadi kebutuhan paling mendesak di posko pengungsian.
“Hari ini kami mendukung Posko Pertamina Peduli di RU P. Brandan melalui dukungan logistik dapur umum. Dalam situasi bencana, makanan siap saji menjadi sumber energi bagi masyarakat untuk segera pulih, untuk itu kami berusaha memenuhi kebutuhan tersebut secepat mungkin,” kata Andi, melalui keterangannya, Sabtu (6/12/2025).
Senior Supervisor RU II Area Pangkalan Brandan, Raden Cepih Herdanu Nugraha, menuturkan bahwa dapur umum di lokasi tersebut ditargetkan menyiapkan hingga 2.000 porsi makanan per hari.
“Pengelolaan posko dilakukan oleh tim gabungan dari Pertamina Group, relawan, dan unsur masyarakat. Proses memasak dilakukan terpusat agar kebersihan terjaga dan distribusi lebih mudah,” ujarnya.
Selain makanan, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian utama. PGN menyiapkan instalasi filter air darurat untuk mendukung pasokan air layak konsumsi menyusul kerusakan Water Treatment Plant milik RU II Area P. Brandan yang mesinnya terendam banjir.
Selama ini, warga mengandalkan suplai air dari tangki Damkar yang terbatas akibat tingginya permintaan. Instalasi air bersih tersebut menggunakan kombinasi teknologi penyaringan modern, mulai dari sediment filter, carbon filter, water softener, reverse osmosis (RO), hingga pompa booster untuk menjaga tekanan air selama proses berjalan.
Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menjelaskan bahwa instalasi darurat sudah beroperasi dan digunakan untuk kebutuhan memasak, minum, dan kebutuhan dasar pengungsi.
“Instalasi sudah berjalan dan akan terus dimonitor efektifitas pasokan dan realibilitas teknisnya. Kami berharap warga Brandan dapat mengambil air bersih di sini untuk kebutuhan selama masa darurat,” jelasnya.
Andi menambahkan bahwa PGN akan terus berkoordinasi dengan Pertamina Group, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat untuk menyesuaikan bentuk bantuan dengan perkembangan kondisi lapangan.
“Kami memastikan dukungan yang diberikan mampu menjangkau kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan siap saji hingga suplai air bersih,” ujarnya.
PGN berharap rangkaian dukungan yang dilakukan oleh perusahaan maupun pihak lain dapat mempercepat pemulihan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan PGN dalam mendukung masyarakat terdampak bencana:
Dapur Umum Darurat
PGN bekerja sama dengan tim gabungan dari Pertamina Group, relawan, dan masyarakat untuk menyediakan makanan siap saji. Dapur umum ini mampu memproduksi hingga 2.000 porsi makanan per hari, sehingga memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi.Instalasi Air Bersih Darurat
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, PGN membangun instalasi filter air darurat. Teknologi yang digunakan mencakup sediment filter, carbon filter, water softener, reverse osmosis (RO), serta pompa booster. Instalasi ini telah beroperasi dan digunakan untuk kebutuhan memasak, minum, dan kebutuhan dasar pengungsi.Koordinasi dengan Pihak Terkait
PGN terus berkoordinasi dengan Pertamina Group, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menyesuaikan bentuk bantuan sesuai dengan perkembangan kondisi lapangan. Hal ini bertujuan agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan efektif.Monitoring dan Evaluasi
PGN melakukan monitoring terhadap efektivitas pasokan air dan realibilitas teknis instalasi darurat. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal.
PGN berkomitmen untuk terus memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana. Dengan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, harapan besar dipegang bahwa kondisi dapat segera pulih dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.









