Perjalanan Sandoval Menuju Gelar Juara Dunia
Petinju asal Amerika Serikat, Ricardo Sandoval, berhasil meraih gelar juara dunia kelas terbang World Boxing Association (WBA) setelah mengalahkan Kenshiro Teraji dalam pertandingan yang berlangsung di Yokohama Buntai pada Rabu, 30 Juli 2025. Pertarungan ini menjadi momen penting dalam kariernya, karena Sandoval mampu mengalahkan Teraji dengan skor angka tipis, yaitu 115-112, 117-110, dan 114-113.
Pertandingan tersebut dimulai dengan strategi yang diterapkan oleh Teraji, yang mencoba mengambil alih permainan sejak bel pertama. Ia menggunakan jab dan pergerakan kaki menyamping untuk menjaga jarak dengan Sandoval. Namun, Sandoval menunjukkan kekuatannya dengan terus-menerus menekan lawannya melalui pertarungan jarak dekat yang agresif. Meskipun Teraji sempat menunjukkan keunggulan dalam hal strategi, Sandoval tetap konsisten dan tidak mengendurkan tekanannya hingga pertengahan pertandingan. Akhirnya, setelah 12 ronde berlalu, Sandoval unggul dan resmi menjadi juara baru kelas terbang WBA.
Profil Ricardo Sandoval
Ricardo Rafael Sandoval mulai menarik perhatian publik pada Juli 2024 setelah meraih kemenangan melalui KO di ronde kesepuluh atas mantan juara dunia kelas terbang ringan WBO, Ángel Acosta, dalam perebutan gelar WBC Silver kelas terbang di Toyota Arena. Kemenangan ini memberinya posisi yang lebih tinggi dalam divisi kelas terbang dan menempatkannya dalam enam besar peringkat petinju.
Pada 2024, Sandoval menandatangani kontrak dengan Golden Boy Promotions, salah satu promotor ternama dalam dunia tinju. Sejak saat itu, ia terus membuktikan kualitasnya sebagai petinju yang tangguh. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia mempertahankan gelar WBC Silver dalam laga pendukung utama pertarungan antara Oscar Duarte dan Miguel Madueno di Honda Center pada 15 Februari 2025. Momentum ini memperkuat reputasinya sebagai salah satu petinju paling berbahaya di divisi kelas terbang.
Sandoval lahir di Montclair, California, pada 5 Februari 1999. Ia memulai karier profesionalnya pada 18 Juni 2016, dan telah menjalani total 29 pertarungan dengan 167 ronde profesional. Dari seluruh kemenangannya, 66,7 persen diraihnya melalui teknik knockout, seperti dikutip oleh Ring Magazine.
Momen Bersejarah bagi Sandoval
Kemenangan terbaru Sandoval atas Teraji membuat namanya naik ke level yang lebih tinggi. Ini merupakan pertama kalinya sejak Brian Viloria dari Hawaii pada 2012 hingga 2013, seorang petinju Amerika Serikat berhasil menyandang gelar juara dunia kelas terbang. Dengan hasil ini, Sandoval juga mengukuhkan catatannya menjadi 27 kemenangan, di mana 18 di antaranya diraih melalui knockout. Ia memiliki catatan kekalahan dua kali.
Selain itu, kemenangan ini juga menjadi momen penting dalam sejarah tinju kelas terbang, karena Sandoval berhasil mematahkan rekor tak terkalahkan Teraji di Yokohama. Prestasi ini semakin memperkuat posisi Sandoval sebagai salah satu petinju terbaik di divisi kelas terbang.







