KABUPATEN CIREBON, WARTAJAYAVISION.COM — Program Desa Siapsiaga yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus diperkuat di Kabupaten Cirebon.

Sekretariat Kabinet RI melakukan monitoring program tersebut di Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Kamis (21/5/2026), guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap paham radikal ekstremisme melalui pemberdayaan ekonomi.

Monitoring dihadiri unsur Muspika, Pemerintah Desa Orimalang, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, serta BNPT.

Salah satu fokus program ialah pengembangan budi daya ikan lele sistem bioflok sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tahan sosial warga.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo menegaskan, pemerintah daerah mendukung penuh program BNPT tersebut.

Menurutnya, bantuan budi daya lele tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk sarana, tetapi juga harus dibarengi pembinaan teknis agar hasilnya optimal.

“Ikan lele itu gampang-gampang susah. Kadang saat cuaca panas lalu turun hujan, banyak yang mati. Karena itu, perlu pendampingan teknis agar budi daya bisa berhasil,” ujar Sudiharjo.

Ia mengatakan, pihaknya akan menurunkan penyuluh perikanan di Kecamatan Jamblang untuk mendampingi masyarakat dalam pemeliharaan ikan lele, mulai dari pengelolaan kolam bioflok hingga efisiensi pakan.

Sudiharjo menilai program pemberdayaan ekonomi seperti ini dapat membantu menopang perekonomian warga desa.

Selain itu, hasil budi daya juga berpotensi disinergikan dengan program pemerintah daerah lain, termasuk pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan pangan masyarakat.

“Kami mengapresiasi program BNPT ini, karena bisa membantu masyarakat berkarya dan meningkatkan perekonomian desa,” katanya.

Sementara itu, Kuwu Desa Orimalang, Rudiyanto menyebut, program Desa Siapsiaga membawa dampak positif bagi masyarakat.

Ia mengaku selama ini pemerintah desa aktif melakukan sosialisasi pencegahan radikalisme kepada warga sejak mengikuti bimbingan teknis BNPT pada 2024.

Rudiyanto mengatakan, bantuan budi daya lele yang diberikan BNPT kepada delapan desa di Kecamatan Jamblang telah memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Desa Orimalang sendiri sempat berhasil memanen hingga enam kuintal lele dari 12 ribu benih pada panen pertama.

Namun, ia mengakui budi daya lele masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama cuaca ekstrem dan kualitas benih ikan.

“Sekarang kami mencoba mengembangkan ikan nila bangkok. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik dan bisa menopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain budi daya ikan, Desa Orimalang juga mulai mengembangkan kolaborasi dengan dapur desa melalui dukungan Smesco. Program tersebut saat ini disebut telah menjangkau sekitar 1.200 penerima manfaat.

Rudiyanto berharap pendampingan dari pemerintah dan BNPT terus berlanjut agar program ekonomi masyarakat dapat berjalan berkelanjutan.

Ia juga menilai pendekatan pemberdayaan ekonomi dan sosial mampu membantu membangun kembali kepercayaan masyarakat serta mencegah munculnya paham radikal di lingkungan desa.

“Kita sebagai pemerintah harus bisa melakukan pendekatan, agar jangan sampai ada lagi aksi terorisme,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT, Indra Gunawan menjelaskan, Program Desa Siapsiaga dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi ancaman radikal terorisme sekaligus membangun ketahanan sosial secara mandiri.

Menurutnya, terdapat tiga komponen utama dalam program tersebut, yakni peningkatan kesadaran masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta penanaman nasionalisme dan wawasan kebangsaan.

“Tujuan akhirnya adalah muncul daya tahan dan daya tangkal masyarakat terhadap potensi ancaman radikal teror,” ujar Indra.

Ia mengatakan, pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dalam program, karena faktor ekonomi kerap menjadi salah satu kerentanan masyarakat terhadap paparan paham radikal.

BNPT, lanjut dia, telah membentuk 108 Desa Siapsiaga di Pulau Jawa dan Lampung, termasuk Kecamatan Jamblang di Kabupaten Cirebon.

“Kami berupaya melakukan pendampingan dan monitoring secara terus-menerus agar program pemberdayaan ekonomi ini bisa berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Penulis: RICKY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *