Malam pergantian tahun sering kali diisi dengan kegembiraan dan momen bersama keluarga. Namun, bagi ratusan Perwira Pertamina yang tergabung dalam Relawan Pertamina Peduli, malam tahun baru menjadi kesempatan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Mereka memilih untuk menghabiskan waktu tersebut di lokasi bencana, yaitu wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Hingga akhir 2025, sebanyak 452 relawan telah dikerahkan oleh Pertamina, yang dibagi dalam empat batch keberangkatan. Relawan ini berasal dari berbagai wilayah Indonesia dan secara sukarela mendaftar untuk bergabung dalam misi kemanusiaan. Dengan berbagai keahlian yang dimiliki, para Perwira menjalankan beragam tugas, seperti layanan medis, pemulihan trauma, dapur umum, penyaluran pangan dan logistik, hingga pembuatan sumur bor untuk menyediakan akses air bersih.

Pada malam pergantian tahun, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita melakukan sambungan virtual dengan para relawan yang bertugas di beberapa posko, termasuk Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Aceh Timur, Pidie Jaya, Agam, dan Sibolga. Pertemuan ini bukan hanya sekadar koordinasi, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang membantu memperkuat semangat dan mental para relawan yang bekerja di lapangan.

“Menjadi relawan adalah panggilan hati. Saat ini, rekan-rekan bukan hanya menjalankan tugas perusahaan, tetapi juga misi kemanusiaan yang mulia tanpa kenal lelah,” ujar Arya. “Menghabiskan malam pergantian tahun jauh dari keluarga demi berbuat kebaikan adalah bukti bahwa identitas Perwira Pertamina adalah melayani dengan hati.”

Arya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, tetapi juga memperkuat citra positif perusahaan. “Di saat pergantian tahun 2025 ke 2026, teman-teman memilih terus berbuat kebaikan. Atas nama kemanusiaan, Pertamina hadir di garis depan untuk memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang dilanda musibah,” tambahnya.

Kegiatan sapa relawan ini turut menjadi hiburan dan penyemangat bagi masyarakat, seperti di Posko Pertamina Peduli Pidie Jaya. Banyak warga dan anak-anak antusias mengikuti jalannya kegiatan melalui layar yang disediakan di lokasi.

Aksi volunterisme Perwira Pertamina Peduli semakin menegaskan kontribusi sosial Pertamina dalam upaya pemulihan pascabencana. Selain itu, perusahaan juga memainkan peran utama dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.

Sejak fase awal bencana, Pertamina fokus pada penyediaan BBM untuk operasional alat berat guna membuka akses yang terputus, penyediaan avtur untuk kebutuhan evakuasi, dukungan penanganan medis, serta kelancaran distribusi logistik kebutuhan dasar.

Koordinator Posko Pertamina Peduli Aceh Tamiang, Rizal Utomo, menyampaikan bahwa kondisi di wilayah tersebut mulai bergeser dari kebutuhan logistik awal ke kebutuhan air bersih. Relawan Pertamina telah melakukan pengeboran dan reaktivasi sumur, serta akan melanjutkan validasi dan verifikasi data bersama pemerintah setempat untuk menentukan titik tambahan agar distribusi air bersih lebih merata.

“Menariknya, banyak relawan dari luar wilayah Aceh Tamiang turut membantu. Hal ini mempermudah proses asesmen sehingga bantuan dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses,” ujar Rizal.

Selain penyediaan air bersih, relawan Pertamina juga membantu pembersihan fasilitas publik seperti puskesmas dan sekolah agar layanan kesehatan kembali optimal dan anak-anak dapat segera kembali belajar.

“Menjelang masuk sekolah pada 5 Januari, anak-anak membutuhkan alat tulis dan seragam. Mereka bercerita bahwa seluruh harta benda mereka habis akibat bencana,” ungkap Dhila Amanda, relawan di Posko Pidie Jaya, Aceh.

Kegiatan sapa relawan ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh haru, seiring kabar duka atas wafatnya salah satu orang tua relawan yang baru tiba untuk menjalankan misi kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *