BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Harapan besar disematkan oleh Ketua KUD Setya Budi Kecamatan Brebes, Masrukhi Bachro, terhadap program revitalisasi koperasi yang tengah didorong oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, angin segar mulai terasa bagi gerakan koperasi, khususnya Koperasi Unit Desa (KUD), dengan dicantumkannya program koperasi sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

Masrukhi mengungkapkan, salah satu program yang sangat dinanti-nantikan oleh KUD adalah penghapusan Kredit Usaha Tani (KUT). Namun, hingga kini masih ada kebingungan di lapangan, apakah penghapusan tersebut otomatis tercatat dalam neraca laporan keuangan koperasi atau harus menunggu petunjuk teknis dan pelaksanaannya.

“Revitalisasi KUD sangat dinanti. Tetapi sampai sekarang kami masih bingung, apakah hutang KUT otomatis dihapus atau perlu juklak dan juknis. Ini penting, karena selama ini pos hutang KUT membuat kami sulit mendapatkan akses kredit dari perbankan,” ujar Masrukhi, Sabtu 16 Mei 2025.

Ia menjelaskan, keterbatasan akses kredit menjadi penghambat utama dalam pengembangan usaha KUD. Perbankan menolak permohonan kredit karena masih tercatatnya utang KUT dalam laporan koperasi.

Padahal, jika diberikan kepercayaan dan kemudahan akses permodalan, KUD diyakini mampu kembali berjaya seperti masa lalu.

“Jika KUD diberi fasilitas kredit dan dipercaya kembali, kami optimistis bisa kembali berperan dalam ketahanan pangan nasional. Dulu, KUD juga pernah menjadi bagian penting dalam penyaluran pupuk subsidi dan pengadaan pangan, khususnya pada masa swasembada pangan tahun 1980-an,” jelasnya.

KUD Setya Budi berharap, pemerintah memberikan kepercayaan lebih kepada koperasi desa untuk kembali menjalankan peran strategis dalam sektor pertanian, mulai dari penyaluran pupuk bersubsidi hingga pengadaan pangan.

Hal ini dinilai sejalan dengan visi besar pemerintah dalam menyongsong ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *