Strategi Pengamanan Jalur Wisata Subang Selatan Saat Libur Nataru

Kawasan Subang Selatan sering menjadi tujuan utama wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk menghadapi lonjakan pengunjung, pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai strategi agar lalu lintas tetap lancar dan aman. Dalam kunjungan ke jalur Ciater Subang, Kepala Polisi Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, menjelaskan tiga jalur utama yang menjadi fokus pengamanan.

Jalur Utara

Jalur pertama yang disebutkan adalah jalur utara, mulai dari pasar hingga Jembatan Sewo. Rudi menyampaikan bahwa beberapa kegiatan perayaan tahun baru di lokasi tersebut akan dipindahkan ke kecamatan lain. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan memastikan kenyamanan pengunjung.

Jalur Tengah

Jalur kedua adalah jalur tengah, yaitu jalur tol dari perbatasan Kabupaten Purwakarta hingga Indramayu. Persiapan difokuskan pada area rest area dengan pengaturan kendaraan yang masuk dan keluar. Tujuannya adalah meminimalkan kemacetan dan memberikan layanan yang optimal bagi pengemudi.

Jalur Selatan

Jalur ketiga adalah jalur selatan yang menuju kawasan pariwisata dari perbatasan Gunung Tangkubanparahu hingga Kecamatan Ciater dan Jalancagak. Pihak kepolisian mengimbau para pengelola objek wisata untuk menyediakan lahan parkir yang memadai. Di sini juga ada potensi longsor, sehingga beko disiapkan untuk mengangkut material longsoran. Alat-alat pendukung siap diterjunkan jika diperlukan.

Selain risiko bencana alam, jalur ini juga rawan kecelakaan karena jalurnya yang curam. Oleh karena itu, Kapolda mengimbau para pengendara untuk mempersiapkan kondisi kesehatan diri dan kendaraannya. Personel kepolisian juga akan melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi-lokasi rawan kecelakaan. Selama periode libur Nataru, sebanyak 500 personel kepolisian akan diterjunkan di wilayah Kabupaten Subang.

Persiapan dari Dinas Pariwisata

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Subang memastikan seluruh destinasi wisata siap menyambut lonjakan pengunjung saat Nataru 2025-2026. Terutama, di 30 destinasi pariwisata unggulan yang menjadi tujuan utama wisatawan.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparpora Kabupaten Subang, Agus Muslim, menyatakan bahwa seluruh objek wisata telah dikunjungi dan berkoordinasi dengan para pengelola untuk mempersiapkan strategi khusus. Ia menekankan bahwa destinasi di selatan menjadi prioritas utama karena sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.

Disparpora juga menyosialisasikan kembali regulasi dan standar layanan untuk menciptakan suasana yang tertata dan profesional. Agus berharap persiapan ini dapat mencapai target kunjungan wisatawan sebanyak 2,5 juta orang pada 2025.

Target ini dinilai realistis melihat peningkatan jumlah destinasi, atraksi, dan promosi yang semakin masif. Dengan kekayaan alam dari pantai di utara hingga wisata alam dan buatan di tengah dan selatan, Subang siap menyambut dengan layanan terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *