Sumsel United Siap Hadapi Sriwijaya FC dengan Semangat Tinggi

Setelah berhasil mengalahkan Garudayaksa FC dengan skor 1-0 dalam pertandingan pekan ke-20 Pegadaian Championship 2025/26, Sumsel United kini fokus pada laga berikutnya. Pertandingan melawan Sriwijaya FC akan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 WIB. Pelatih Kepala Sumsel United, Nil Maizar, menegaskan bahwa setiap pertandingan sisa kompetisi adalah “final” dan meminta seluruh pemain tetap rendah hati serta saling percaya.

Fokus Pada Setiap Laga Sebagai Final

Nil Maizar menyampaikan bahwa semua laga yang tersisa merupakan momen penting bagi tim untuk menjaga posisi di papan atas dan meningkatkan peluang promosi ke Liga 1. Ia menekankan kepada para pemain agar tidak pernah meremehkan lawan, terlepas dari hasil sebelumnya.

“Kita tetap fokus di pertandingan demi pertandingan. Pertama lawan Sriwijaya FC karena Sriwijaya FC ini kan yang sudah berubah. Ada coach Iwan Setiawan yang sudah banyak pengalaman. Terus kemarin dia lawan Persikad Depok juga karena lucky aja. Kalau gak 1-1 mainnya. Jadi kita harus fokus. Tidak pernah kita menganggap remeh lawan. Kita akan persipkan matanglah,” ujar Nil Maizar.

Ia juga menegaskan bahwa laga-laga sisa kompetisi harus dianggap sebagai final. Tim pelatih akan mempersiapkan seluruh pemain untuk siap tampil kapan saja, baik itu dalam waktu singkat atau lama.

“Semuanya final. Karena kita tidak ada home dan away. Jadi mungkin kita tim pelatih akan mempersiapkan seluruh pemain harus siap main. Apakah itu 1 menit, 5 menit. Semua harus siap karena kita butuh mereka semua. Gak ada yang gak butuh. Jadi mereka berfungsi sangat luar biasa untuk tim,” tambahnya.

Tekuk Garudayaksa FC dengan Gol Dramatis

Pertandingan antara Sumsel United dan Garudayaksa FC berlangsung sengit, dengan gol tunggal yang lahir dari kaki penyerang Sumsel United, Kahar Kalu Muzakkar, di menit ke-86. Gol ini menjadi klimaks dari duel penuh tensi yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (22/2/2026) malam.

Dengan tambahan tiga poin, Laskar Juaro bertahan di posisi tiga klasemen sementara dengan 34 poin dari 20 pertandingan, menjaga asa menuju Liga 1. Sedangkan Garudayaksa FC tetap berada di puncak klasemen Grup 1 Wilayah Barat dengan koleksi 37 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Ini merupakan kekalahan kedua Garudayaksa FC atas Sumsel United dari tiga pertemuan di musim ini. Sebelumnya, tim sepakbola milik Presiden RI Prabowo Subianto ini juga mengalami kekalahan saat pertemuan pertama dikandangnya sendiri dengan skor 0-1 dan bermain imbang 0-0 dipertemuan ke dua.

Perjuangan Pemain dan Apresiasi Pelatih

Pelatih Kepala Sumsel United, Nil Maizar, mengucapkan rasa syukur atas hasil maksimal yang berhasil diraih anak asuhnya. Ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pemain atas kerja keras yang diperlihatkan sepanjang laga.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat luar biasa. Malam ini saya sangat mengapresiasi kepada seluruh pemain yang berjuang sampai menit-menit akhir. Dengan segala upaya, daya dan semangat juang yang tidak kenal lelah,” ungkap Nil Maizar.

Menurut arsitek kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, 2 Januari 1970 ini, meski pertandingan digelar bulan puasa tapi totalitas pemain dalam berjuang tetap tinggi dan tidak kenal lelah.

“Ini harus kita apresiasi. Salam hormat saya untuk seluruh pemain, kemenangan malam ini sangat berarti. Kita tetap dipapan atas dan bersaing untuk ke Liga 1 (Super League),” pujinya.

Penyerang Kahar Kalu Ucapkan Terima Kasih

Penyerang Sumsel United, Kahar Kalu, menambahkan bahwa ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran pelatih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sehingga ia bisa mencetak gol dan membawa tim meraih kemenangan.

“Saya berterima kasih kepada Allah SWT, saya diberikan rizki. Saya juga berterima kasih kepada pelatih saya, coach Nilmaizar yang selalu percaya dengan saya. Apapun kondisi dalam tim, semua pemain dipercaya oleh tim pelatih dan kami selalu siap walaupun berapapun menit. Baik itu 5 menit, 3 menit dan bahkan satu menit pun kami selalu siap. Alhamdulillah gol ini saya persembahkan untuk anak dan istri saya,” kata pemain kelahiran Makassar, pada 5 Mei 1999.

Sumsel United berhasil tumbangkan Garudayaksa dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Minggu (22/2/2026) malam. Sundulan Kahar Kalu membawa kemenangan bagi Sumsel United di menit ke-85, setelah saling jual beli serangan terjadi antara kedua tim.

Jalannya babak kedua Sumsel United mencoba mengganti strategi menyerangnya dengan memasukkan Tomi Dermawan menggantikan Bayu Gatra. Garudayaksa yang terus menekan pertahanan Sumsel United untuk mendapat gol pertamanya, namun finishing dari Everton masih melambung dari gawang Dicki Agung.

Sumsel United yang mengandalkan counter attack atau serangan balik dapat membuat peluang melalui Rachmad Hidayat pada menit 56, sayang meskipun berdiri bebas dan mampu melewati satu pemain tendangannya kegawang Garudayaksa terlalu lemah sehingga mampu diamankan oleh Rudi.

Memasuki menit ke-60 duel kedua tim semakin sengit dengan sama sama saling menyerang pertahanan melalui counter attack. Nil Maizar di pinggir lapangan terus memberikan intruksinya untuk meminta anak asuhnya tenang dalam menguasai bola meskipun dengan konsisten ditekan oleh pemain Garudayaksa.

“Tenang tenang,” ujar Nil Maizar saat memberikan intruksinya di pinggir lapangan pada Minggu (22/2/2026).

Garudayaksa yang terus menekan pertahanan dari Sumsel United melalui dua sisi serangan kanan dan kiri, namun Everton, Andik, dan Frydek masih sulit untuk memaksimalkan peluang yang ada.

Pertandingan akhirnya pecah telur setelah menit ke 85 Kahar Kalu memecah kebuntuan Sumsel United lewat sundulannya setelah menerima umpan dari Tomi Dermawan di sisi kiri Rudi yang gagal menghentikan bola, skor berubah 1-0 untuk keunggulan Laskar Juaro.

Fans dan official Sumsel United berteriak dan berlari ke arah Kahar Kalu untuk merayakan gol setelah menunggu hampir 84 menit belum terciptanya gol. Sisa tambahan waktu dimanfaatkan Sumsel United untuk mempertahankan keunggulan sedangkan Garudayaksa terus menyerang dan mengepung pertahanan Laskar Juaro.

Meski menyerang strategi yang diterapkan oleh Nil Maizar untuk bertahan berhasil menghalau bola dari pertahannya. Wasit yang telah melihat jam di tanggannya meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan yang dimenangkan oleh Sumsel United dengan skor 1-0.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *