Pada hari Rabu (31/12), wilayah DKI Jakarta akan mengalami hujan dengan intensitas ringan sepanjang hari. BMKG memperkirakan bahwa hujan akan terus turun dari pagi hingga malam hari. Wilayah DKI yang meliputi Jakarta Barat, Timur, Pusat, Utara, Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Seribu akan diguyur hujan pada pagi hari dengan intensitas ringan.
Pada siang hari, hujan masih mengguyur seluruh wilayah DKI Jakarta dengan intensitas ringan hingga sedang. Di sore hari, hujan tetap berlangsung meskipun intensitasnya mulai menurun. Pada malam hari, hujan kembali turun dengan intensitas ringan. Hujan dengan intensitas ringan ini memiliki curah hujan kurang dari 1-5 mm per jam.
Kecepatan angin di lima wilayah DKI berkisar antara 6-9 kilometer per jam, sementara di Kabupaten Kepulauan Seribu mencapai 20 kilometer per jam. Suhu udara di DKI Jakarta berada dalam kisaran 23 hingga 27 derajat celcius.
Anggota DPR RI Chusnunia Chalim mengimbau masyarakat yang berencana berlibur menjelang pergantian tahun baru untuk terus memantau informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG. Ia menekankan pentingnya waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi serta menjaga lingkungan sekitar. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengupdate informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG.
Chusnunia juga menyarankan agar masyarakat lebih mengutamakan keselamatan daripada rencana perjalanan wisata. Ia menegaskan bahwa ada waktu lain untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Ia meminta pemerintah dan pengelola wisata untuk mempersiapkan jalur evakuasi di lokasi strategis agar wisatawan mudah mengidentifikasi rute evakuasi dan titik kumpul dalam situasi darurat.
”Kita harus memastikan bahwa tempat-tempat wisata maupun taman rekreasi benar-benar siap menyambut wisatawan dan juga menyiapkan keamanan,” ujar Chusnunia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan beberapa kiat mitigasi bencana bagi masyarakat menjelang tahun baru. Salah satunya adalah mengetahui potensi risiko bencana dan titik kumpul di sekitar tempat tinggal. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa langkah pertama adalah selalu memperbarui prakiraan cuaca dari BMKG. Masyarakat juga perlu mengetahui potensi risiko bencana di sekitar rumah, tempat kerja, dan zona komuter mereka sehari-hari.
Abdul Muhari melanjutkan bahwa masyarakat perlu menerapkan prinsip “sedia payung sebelum hujan” dengan mengetahui potensi risiko bencana di sekitar tempat tinggal dan terus mengikuti prakiraan cuaca. Selain itu, masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul jika terjadi kondisi darurat. Misalnya, jika ada potensi banjir di rumah atau dekat sungai, masyarakat harus tahu ke mana harus pergi dan bagaimana menghubungi keluarga dalam situasi kedaruratan.
- Dengan memahami potensi risiko dan persiapan yang tepat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi yang tidak terduga.
- Penting untuk selalu mengikuti informasi dari BMKG dan instansi terkait untuk memperoleh data terkini tentang cuaca dan bencana.
- Persiapan seperti mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul sangat penting dalam menghadapi bencana alam.







