Penemuan Potongan Tubuh Korban Pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung

Tim SAR gabungan berhasil menemukan potongan tubuh manusia yang diduga merupakan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Temuan tersebut tiba di Pos DVI Biddokkes Polda Sulsel, Makassar, pada Rabu malam untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Hingga hari kelima operasi pencarian dan pertolongan (SAR), dua dari sepuluh korban telah berhasil diidentifikasi. Proses ini dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan bantuan berbagai pihak terkait. Berikut adalah beberapa informasi penting terkait penemuan tersebut:

  • Penemuan potongan tubuh

    Potongan tubuh manusia ditemukan oleh Tim SAR gabungan di lereng Gunung Bulusaraung. Temuan tersebut dibawa menggunakan ambulans Dokpol Biddokkes Polda Sulsel dan dikawal oleh mobil PJR. Potongan tubuh tersebut kemudian dibawa ke pos mortem DVI di ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel. Setelah didata ulang oleh petugas Dokpol, potongan tubuh itu diserahkan kepada tim DVI oleh petugas Basarnas.

  • Bungkusan jaket berwarna biru navy

    Dalam penyerahan tersebut, ada dua bungkusan jaket berwarna biru navy yang diserahkan. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa temuan tersebut berkaitan dengan korban kecelakaan pesawat.

  • Lokasi penemuan

    Lokasi penemuan berada di kawasan perbukitan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan koordinat 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur. Area tersebut merupakan wilayah pegunungan dengan kontur lereng curam, vegetasi rumput dan semak, serta sering diselimuti kabut tebal. Secara geografis, lokasi kejadian berada sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Makassar dan sekitar 26 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, dengan arah utara dan timur laut dari bandara.

  • Keterangan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa penemuan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat. Ia menyampaikan bahwa pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian.

  • Proses identifikasi dan pengamanan barang temuan

    Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur. Body part korban yang ditemukan selanjutnya diserahkan kepada RS Bhayangkara untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI. Penyerahan ini dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat. Selain body part, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban seperti laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.

  • Pengamanan barang temuan

    Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.

  • Operasi SAR masih berlangsung

    Operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menegaskan bahwa komitmen mereka adalah melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus utama adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *