BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Perumda Air Minum Tirta Baribis (PDAM) Kabupaten Brebes terus menunjukkan tren positif dalam pengelolaan kinerja dan pembenahan internal.

Meski sempat diterpa berbagai opini publik, manajemen memilih fokus pada transparansi dan pencapaian target yang telah ditetapkan bersama Pemerintah Daerah.

Transparansi dan Pola Komunikasi

Menanggapi dinamika opini yang berkembang terkait internal perusahaan, Direktur PDAM TIRTA BARIBIS BREBES Fanny Shandra Destian ( Fanni ) lewat Yudi Triono Raharjo humas PDAM Tirta Baribis Brebes hari Jum’at (17/4/2026)

menegaskan pentingnya komunikasi searah dengan pembina organisasi. Perusahaan menekankan bahwa setiap langkah strategis selalu dikonsultasikan langsung kepada pembina, yakni Wahid, guna memastikan setiap kebijakan selaras dengan regulasi dan arahan pemerintah.

“Kami lebih memilih pola komunikasi yang transparan. Jika ada persoalan teknis maupun non-teknis, kami berkoordinasi langsung dengan pembina untuk mendapatkan arahan yang tepat, daripada menanggapi opini yang tidak berdasar,” ungkap narasumber.

Rekam Jejak Kinerja Sejak 2014

Transformasi PDAM Brebes sejatinya telah dimulai sejak tahun 2014. Berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, perusahaan melakukan perubahan skema pengelolaan laba. Alih-alih menyetorkan seluruh laba sebagai PAD, sebagian keuntungan dialokasikan kembali untuk pengembangan perusahaan melalui skema penyertaan modal.

Langkah ini terbukti efektif dalam memperluas cakupan layanan. Pada masa kepemimpinan Iwanuddin Iskandar, S.H., M.Hum di tahun 2014, berbagai pembenahan fundamental dilakukan dengan total nilai investasi pengembangan mencapai Rp 18 miliar.

Terkait kewajiban finansial tersebut, manajemen telah melakukan pembayaran secara bertahap selama dua tahun terakhir. Hingga saat ini, total cicilan yang telah terbayarkan mencapai Rp 6 miliar, sehingga menyisakan tanggungan sekitar Rp12,5 miliar yang terus diselesaikan secara konsisten.

Klarifikasi Isu “Upeti” dan Pemeriksaan Hukum

Pihak manajemen juga memberikan klarifikasi tegas mengenai isu miring yang menyebutkan adanya aliran dana tidak resmi atau “upeti” kepada pihak pemerintah.

Hal tersebut dipastikan tidak benar dan merupakan distorsi informasi di media. Sebaliknya, Pemerintah Daerah justru memberikan dukungan penuh agar kinerja Agus dan tim tetap sesuai koridor aturan.

Mengenai pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejaksaan Semarang beberapa waktu lalu, manajemen menyatakan telah bersikap kooperatif.

“Sangat disayangkan jika ada pihak luar yang berasumsi tanpa memahami data faktual di internal kami. Kami telah memberikan semua keterangan yang dibutuhkan dan selalu terbuka untuk menjelaskan duduk perkaranya berdasarkan fakta,” tegasnya.

Proyeksi Strategis Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, PDAM Brebes di bawah kendali direksi saat ini (Fanni) berada pada posisi yang lebih stabil. Perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap ekspansi bisnis.

Fokus utama tahun ini meliputi:

Pencapaian Target PAD: Memastikan kontribusi pendapatan asli daerah tetap optimal.

Perluasan Layanan: Rencana penyertaan modal sebesar Rp3 miliar dari Pemda Brebes akan dialokasikan untuk memperluas jangkauan jaringan air bersih bagi masyarakat.

Komitmen Pelayanan

Perjalanan panjang sejak 2014 hingga kini merupakan bagian dari proses penataan ulang (restrukturisasi) organisasi. Jajaran direksi berkomitmen untuk menuntaskan sisa-sisa persoalan lama demi mewujudkan masa depan PDAM Tirta Baribis yang lebih sehat dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Penulis: Teguh AW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *