Pemanggilan Tim dan Persiapan untuk Soekarno Cup 2025
Undian resmi untuk Soekarno Cup 2025 telah dilaksanakan, membagi delapan tim peserta Liga Kampung ke dalam dua grup yang menarik, yaitu Grup A dan Grup B. Acara ini diselenggarakan di Dharma Negara Alaya (DNA) Art & Creative Hub, Denpasar, Bali, pada Kamis, 4 Desember 2025. Undian ini menjadi momen penting bagi seluruh tim yang akan berlaga dalam turnamen yang akan dimulai pada Jumat, 5 Desember.
Turnamen ini diprediksi akan menjadi ajang persaingan sengit, terutama dengan adanya potensi ‘Grup Neraka’ di babak penyisihan. Berdasarkan hasil undian, Grup A diisi oleh tuan rumah Banteng Bali serta tim-tim kuat seperti Banteng Tapanuli Utara (DPD Sumatera Utara), Banteng Papua Tengah, dan Banteng Jawa Tengah. Sementara itu, Grup B menyajikan derby klasik antarprovinsi di Jawa dan Sulawesi, termasuk Banteng Jakarta Banten (DPD DKI Jakarta), Banteng Jawa Barat, Banteng Jawa Timur, dan Banteng Sulawesi Selatan.
Banteng Bali sebagai tuan rumah menghadapi tantangan berat di Grup A. Mereka harus bersaing dengan Papua Tengah, yang dikenal memiliki keunggulan fisik dan kecepatan, serta Jawa Tengah yang juga merupakan tim kuat. Di Grup B, persaingan diprediksi akan sangat ketat karena melibatkan Banteng Jawa Barat, Banteng Jawa Timur, dan Banteng Jakarta Banten.
“Perebutan dua tiket semifinal dipastikan berlangsung panas,” ujar Ketua Panitia Soekarno Cup 2025 I Made Agus Mahayastra.
Kesiapan Banteng Bali
Tim Banteng Bali telah menyatakan kesiapan 100 persen menjelang laga perdana mereka dalam Putaran Nasional Liga Kampung Soekarno Cup II 2025. Laga pertama mereka akan digelar pada Kamis, 5 Desember, di Stadion Ngurah Rai, Denpasar. Sebagai juara bertahan, Banteng Bali bertekad untuk kembali meraih gelar juara tahun ini.
Asisten pelatih Banteng Bali, I Nyoman Agus Budiartha, menyampaikan bahwa kondisi tim saat ini sangat siap untuk mengikuti Soekarno Cup kali ini. “Kondisi tim Banteng Bali saat ini adalah 100 persen siap untuk mengikuti Soekarno Cup kali ini,” tegas Nyoman Agus.
Manajemen tim telah memberikan target yang jelas. “Kami ditargetkan dari Bali Satu, Bali ditargetkan untuk mempertahankan juara untuk Soekarno Cup,” kata dia.
Komposisi Pemain dan Strategi Permainan
Banteng Bali membawa komposisi pemain yang didominasi oleh talenta muda. Lima pemain senior diambil dari mantan Liga 4. “Di sini kami dari tim Banteng Bali dengan komposisi 20 pemain-pemain junior usia 17 tahun, dengan lima pemain senior,” jelas Nyoman Agus Udiarte.
Mengenai strategi permainan, Nyoman Agus mengungkapkan bahwa tim akan mengandalkan formasi menyerang. “Kami menggunakan biasa formasi 3-5-2,” katanya.
Meski belum sepenuhnya mengetahui kekuatan lawan dari tim-tim provinsi lain, Banteng Bali sudah memasang mentalitas juara di setiap pertandingan. “Dari kekuatan lawan, kita belum mengetahui sekuat apa dari tim-tim yang datang ke Bali. Kami dari tim Bali, setiap pertandingan itu kita targetkan kita harus tiga poin menuju sampai tangga juara,” tutupnya.
Aksi Simpati Kemanusiaan
Di dalam Grup A, Banteng Bali menyatakan kesiapan tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk menunjukkan aksi simpati kemanusiaan terkait bencana alam di wilayah Sumatera. “Mungkin kita besok di tim kepelatihan, pemain, pengurus, kita akan coba komunikasi dengan pemain, akan menggunakan pita hitam,” ungkap Nyoman Agus.








