PT United Tractors Tbk. (UNTR), salah satu perusahaan dalam Grup Astra, mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal sebesar Rp2 triliun. Langkah ini diambil dalam rangka menjaga stabilitas pasar modal nasional serta meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Pembelian kembali saham atau buyback dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung pemerintah dalam menjaga keyakinan terhadap pasar modal Indonesia. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai saham dan mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang baik.
Dalam rencana tersebut, jumlah dana yang digunakan untuk buyback tidak akan melebihi Rp2 triliun. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Selain itu, porsi saham beredar (free float) setelah buyback tetap dipertahankan di atas 7,5%.
Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan maupun operasional perusahaan. Dana yang digunakan berasal sepenuhnya dari sumber internal, bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum.
Berdasarkan ketentuan POJK No. 13/2023, pelaksanaan buyback akan dilakukan dalam jangka waktu maksimal tiga bulan setelah pengumuman informasi. Periode pelaksanaan buyback berlangsung dari 22 Januari 2026 hingga 15 April 2026. Informasi tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia pada tanggal yang sama.
Manajemen UNTR menyatakan bahwa perusahaan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai buyback tanpa mengganggu operasional atau rencana pengembangan usaha. Jika seluruh anggaran buyback direalisasikan, aset dan ekuitas perseroan akan berkurang maksimal sebesar Rp2 triliun.
Buyback akan dilakukan secara bertahap atau sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk satu perusahaan efek. Selama periode buyback, pihak-pihak tertentu seperti komisaris, direksi, pegawai, pemegang saham utama, serta pihak yang memiliki akses informasi orang dalam dilarang melakukan transaksi atas saham UNTR.
Setelah periode pembelian kembali berakhir, saham hasil buyback akan dicatat sebagai saham treasuri. Perseroan dapat melakukan pengalihan saham treasuri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manajemen berharap aksi buyback ini dapat menjaga kepercayaan investor, menstabilkan harga saham UNTR di tengah volatilitas pasar, serta memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam pengelolaan struktur permodalan jangka panjang.
Di lantai Bursa, saham UNTR terpantau anjlok 14,93% atau 4.775 poin ke level Rp27.200 per lembar pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026). Secara year to date (YtD), saham UNTR tercatat melemah 9,63%. Meski demikian, dalam 6 bulan terakhir, saham emiten Grup Astra tersebut masih mencatatkan penguatan 18,52%.
United Tractors Tbk. – TradingView








