INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (UPTD KPP) Losarang adakan gelar rapat koordinasi dengan Forkompincam Losarang, menggandeng Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Losarang, untuk membahas persiapan musim tanam (MT) 2,/ tanam gaduh tahun 2024, bertempat di Aula Kecamatan Losarang, Selasa (4/6/24).

Rakoor pertanian dihadiri oleh Camat Losarang Boy Billy Prima, S.STP, Kapolsek Losarang AKP. Hendra, Danramil 1611 Kapen Inf. Sugiyanto dan Babinsa, para kuwu se Kecamatan Losarang bersama perangkat desa, UPTD. KPP, UPTD. PUPR diwakili oleh Pengamat PUPR Losarang Erun berserta manteri, kelompok TANI H.Warun, KTNA dan warga masyarakat yang berkompeten.

Dalam rapat dibahas tentang seputar persiapan MT 2, baik tentang penyediaan air disa’at musim tanam, pengajuan pengglontaran air dari hulu sampai hilir, hal ini terungkap dalam rakor, berbagai usulan dari para peserta berharap adanya realisasi.

Dari beberapa peserta rakor mengharapkan adanya penggelontoran air, tatkala musim tanam sampai jelang panen.

Dikatakan oleh salah satu peserta, “Disayangkan pihak UPTD PUPR tidak hadir, karena katanya yang berkopetiten adalah PUPR Pengairan harus hadir semestinya, mungkin ada rapat di Dinas”, terang HW.

Kalau yang hadir cuma pengamat PUPR dan Manteri, kurang ada pertimbangan, karena tidak punya kewenangan untuk memutuskan keinginan masyarakat petani dan setidaknya UPTD PUPR atau Kabid dari dinas yang semestinya hadir, cetus peserta yang tidak mau disebut jati dirinya.

Dan katanya lagi seandainya glontoran air dikirim ke BBT 15 semestinya 6 m3, itu sudah dianggap cukup, karena cuma 4m3, ya jelas kurang mencukupi, pungkasnya.

Selesai rakor, peserta berpose bersama dan pembagian bibit padi secara simbolis pemberian.

Pengamat PUPR Losarang Erun dapat mewakili Kepala PUPR Losarang dikonfirmasi via seluler, dapat menjelaskan terkait suplai air dari hulu sampai hilir,

Mengatakan, karena Kepala UPTD PUPR Losarang sedang ada rapat di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, sehingga diwakili oleh Pengamat PUPR Losarang, terang Pengamat Erun.

Dan pengamat Erun menjelaskan seputar pasokan air dari hulu sampai hilir di wilayah kerjanya, “Untuk MT2 suplai air setiap tahunya dari saluran induk Cipelang yang ada di Bendung Rentang setiap tahunya, walaupun dari Bendung Cipanas atau Bendung Cibuluh itu sudah ada suplai akan tetapi tidak mencukupi ” terang Pengamat Erun.

Pengamat Erun, menambahkan, suplai air tidak mencukupi karena daya tampung sekarang baru mencapai 18% yang sekarang ada di Bendung Cipanas (Cibuluh) dan dapat menyuplai juga melalui pompa paralon sejumlah 1 M3, itu hanya sampai di daerah irigasi Cipanas 1 atau Sumur Watu, terangnya.

Dan untuk suplai air ke wilayah kerja Kepengamatan PUPR Losarang, Pengamat Erun, menjelaskan,”Dari Cipelang (Bendung Rentang), Bendung Rentang mempunyai 2 saluran intik induk, Saluran induk Cipelang dan Induk Sindupraja kanan mengarah ke Cirebon dan Jatibarang dan saluran Sindupraja kekiri yang mengarah ke wilayah kerja PUPR Losarang, sampai Indramayu barat, termasuk menyuplai irigasi Cipanas 2, melalui jalur BBT 15 turunnya, ungkap Pengamat Erun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *